TX Nefario - шаблон joomla Форекс
 
 
 
 

memusnahkan uang dimaksud dari peredaran. Dlm rangka menjaga kualitas uang beredar di masyarakat, Bank Indonesia menerapkan kebijakan utk mengganti uang tidak layak edar dengan uang yg layak edar. Kebijakan ini bertujuan utk menjaga Uang Rupiah yg beredar berada dlm kualitas yg baik sehingga mdh dikenali ciri-ciri keasliannya.

TUJUAN CIRI2 KEASLIAN DAN STANDAR KUALITAS UANG RUPIAH INI DIBUAT Tujuan Ciri2 Keaslian & Standar Kualitas Uang Rupiah adalah utk memberikan panduan kpd perbankan, perusahaan Cash In Transit (CIT), retailer, dan masyarakat dlm melakukan sortasi/pemilahan & mengenali ciri-ciri keaslian Uang Rupiah serta memahami prosedur penyelesaian lebih lanjut apabila ditemukan uang yg diragukan keasliannya, uang yg dicabut/ditarik dari peredaran, dan uang rusak. CIRI2 KEASLIAN UANG RUPIAH Uang Rupiah memiliki ciri2 berupa tanda-tanda tertentu yg bertujuan mengamankan uang Rupiah dari upaya pemalsuan. Secara umum, ciri2 keaslian uang Rupiah dpt dikenali dari unsur pengaman yg tertanam pd bahan uang & teknik cetak yg digunakan, yaitu:


Unsur Pengaman Yg Tertanam Pada Bahan Uang

Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia

Tanda Air (Watermark) dan Electrotype – Pada kertas uang terdapat tanda air berupa gambar yg akan terlihat apabila diterawangkan ke arah cahaya.
Benang Pengaman (Security Thread) – Ditanam di tengah ketebalan kertas atau terlihat seperti dianyam sehingga tampak sebagai garis melintang dari atas ke bawah, dpt dibuat tidak memendar maupun memendar dibawah sinar ultraviolet dgn satu warna atau beberapa warna.


Unsur Pengaman Yg Dihasilkan Melalui Teknik Cetak

Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia

Cetak Intaglio – Cetakan yg terasa kasar apabila diraba.
Tinta Berubah Warna (Optical Variable Ink) - Hasil cetak mengkilap (glittering) yg berubah-ubah warnanya bila dilihat dari sudut pandang yg berbeda.
Gambar Saling Isi (Rectoverso) – Pencetakan suatu ragam bentuk yg menghasilkan cetakan pd bagian muka & belakang beradu tepat & saling mengisi jika diterawangkan ke arah cahaya.
Gambar Tersembunyi(Latent Image) - Teknik cetak dimana terdapat tulisan tersembunyi yg dpt dilihat dari sudut pandang tertentu.
Tulisan Mikro (Micro Text) – Tulisan berukuran sgt kecil yg hanya dpt dibaca dgn menggunakan kaca pembesar.
Tinta Tidak Tampak (Invisible Ink) - Hasil cetak tidak kasat mata yg akan memendar di bawah sinar ultraviolet. UANG KERTAS PECAHAN Rp. 100.000 TAHUN EMISI 2004 Ukuran: Panjang 151mm, Lebar 65mm
Bahan: Serat Kapas
Warna Dominan: Merah
Tanggal Pengeluaran: 29 Desember 2004
Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Proklamator DR. IR. SOEKARNO dan DR. H. MOHAMMAD HATTA
Bagian Belakang: Gambar Gedung MPR dan DPR RI BAGIAN MUKA PECAHAN Rp. 100.000

Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia

BAGIAN BELAKANG PECAHAN Rp. 100.000
Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia UANG KERTAS PECAHAN Rp. 50.000 TAHUN EMISI 2005: Ukuran: Panjang 149mm, Lebar 65mm
Bahan: Serat Kapas
Warna Dominan: Biru
Tanggal Pengeluaran: 20 Oktober 2005
Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Nasional I GUSTI NGURAH RAI
Bagian Belakang: Gambar Danau Beratan, Bedugul, Bali BAGIAN MUKA PECAHAN Rp. 50.000
Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia BAGIAN BELAKANG PECAHAN Rp. 50.000

Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia

UANG KERTAS PECAHAN Rp. 20.000 TAHUN EMISI 2004 Ukuran: Panjang 147mm, Lebar 65mm
Bahan: Serat Kapas
Warna Dominan: Hijau
Tanggal Pengeluaran: 29 Desember 2004
Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Nasional OTO ISKANDAR DI NATA
Bagian Belakang: Gambar Pemetik Teh BAGIAN MUKA PECAHAN Rp. 20.000
Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia BAGIAN BELAKANG PECAHAN Rp. 20.000

Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia

UANG KERTAS PECAHAN Rp. 10.000,- TAHUN EMISI 2005 DESAIN BARU: Ukuran: Panjang 145mm, Lebar 65mm
Bahan: Serat Kapas
Warna Dominan: Ungu Kebiruan
Tanggal Pengeluaran: 03 Juni 2010
Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Nasional SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II
Bagian Belakang: Gambar Rumah Limas, Palembang BAGIAN MUKA PECAHAN Rp. 10.000

Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia

BAGIAN BELAKANG PECAHAN Rp. 10.000

Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia

UANG KERTAS PECAHAN Rp. 10.000 TAHUN EMISI 2005 DESAIN LAMA: Ukuran: Panjang 145mm, Lebar 65mm
Bahan: Serat Kapas
Warna Dominan: Ungu
Tanggal Pengeluaran: 20 Oktober 2005
Gambar Utama Bagian Muka : Gambar Pahlawan Nasional SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II
Bagian Belakang: Gambar Rumah Limas, Palembang BAGIAN MUKA Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia BAGIAN BELAKANG Cara membedakan uang asli dan palsu menurut Bank Indonesia


 
 

Langganan