AKMIL Terbuka Untuk Wisata Edukasi

AKMIL Terbuka Untuk Wisata Edukasi

AKMIL Terbuka Untuk Wisata Edukasi

AKMIL Terbuka Untuk Wisata Edukasi
AKMIL Terbuka Untuk Wisata Edukasi

Setelah kunjungi beberapa lokasi di kota Semarang, puluhan jurnalis Cirebon kunjungi wisata edukasi Akademi Militer (AKMIL) di jalan Gatot Subroto Magelang Jawa Tengah, Selasa (8/5).

Sebelumnya, rombongan jurnalis Cirebon yang terdiri dari media cetak, elektronik dan online, baik lokal, regional maupun nasional melakukan perlawatan tour di kota Semarang dengan tempat tujuan PT. Pelindo III, Pangkalan TNI AL dan Wisata Budaya Lawang Sewu.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Akmil Magelang Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi mengatakan selain sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan bagi calon-calon perwira TNI AD, Akmil juga menjadi lokasi wisata edukasi.

Wirana Prasetya Budi menjelaskan, dijadikannya Akmil sebagai destinasi wisata edukasi dimaksudkan agar tumbuh motivasi dari para pengunjung untuk mengenyam pendidikan di Akmil sehingga siap mengabdikan diri bagi kepentingan bangsa dan negara melalui kemiliteran.

Akmil sebagai destinasi edukasi, lanjut Wirana Prasetya Budi, adalah upaya atau strategi

kampanye kreatif yang sangat mudah dan cara efektif dan praktis dalam mengenalkan Akmil lebih dalam. Sementara pengunjung dalam sebulan mencapai 2000-4000 orang.

“Akmil Magelang membuka diri untuk wisata edukasi. Pengunjungnya mulai SD hingga SMA, bahkan tingkat perguruan tinggi. Ini sebagai kampanye kreatif, sehingga anak-anak (pelajar) punya keinginan untuk mendaftarkan diri menjadi taruna di Akademi Militer. Itu harapan kita dengan adanya semacam kampanye kreatif, setidaknya dapat memberikan motivasi untuk saudara, tetangga dan sebagainya. Dan setiap kunjungan ke museum kita juga berikan brosur,” ungkap Wirana Prasetya Budi.

Terkait metodologi pembelajaran, jelasnya, Akmil lebih mengedepankan metodologi pembelajaran

yang menyenangkan dan menggembirakan. Menghindari metodologi pembelajaran yang membahayakan fisik. Substansi pembelajaran dan pendidikan yang diajarkan bermuara pada 3 materi pokok yaitu sikap dan perilaku, pengetahuan, dan fisik.

“Pendidikan di Akmil tidak menakutkan tapi menyenangkan, pelayanan pun ada, pendidikan juga ada, tidak ada pendidikan yang sifatnya menciderai,” urainya.

Ia melanjutkan, selain pendidikan militer, di Akmil Magelang pun ada jurusan (prodi) lainnya, seperti sarjana kedokteran/kesehatan ada tenaga medis, farmasi, dokter, tenaga kesehatan dan lain sebagainya. Serta sarjana umum, seperti jurusan komunikasi.

“Ini yang ada di Akademi Militer Magelang,” papar Wirana Prasetya Budi

yang juga pernah mengenyam pendidikan dan tinggal di kota Cirebon.

Untuk menjadi bagian taruna, Ia menegaskan proses pendaftaran dan rekruitmen di Akmil Magelang tanpa dikenai biaya (gratis).

“17 Oktober tahun lalu, Akmil mendapat Akreditasi A dari Kementerian Dikti dengan nilai 72. Dan akan ada 5 Prodi lagi yang akan mendapatkan A semua, tahun ini. Pada tahun ini juga, Akmil Magelang memberangkatkan taruna-taruna ke luar negeri,” tuturnya.

Selain mengenalkan Museum Abdul Djalil dan sejarah awal pendirian Akmil Magelang, Ia juga menceritakan tentang riwayat hidup dan pendidikan saat pernah tinggal di kota Cirebon.

Dikemukakannya, Ia pernah tinggal di kota Cirebon tepatnya di Jl KS Tubun kecamatan Kejaksan dan menempuh pendidikan tingkat menengah di Bakti Mulia sekitar tahun 1984 sebelum masuk Akmil Magelang tahun 1990.

“Dan di Akmil Magelang selalu dalam satu angkatan, ada orang cirebon,” ucapnya.

Ditegaskannya, lulusan Akmil Magelang (out put) dipersiapkan sebagai Perwira TNI AD berpangkat Letnan Dua sesuai korps masing-masing yang berkemampuan dasar jabatan golongan VIII setingkat Komandan Peleton dan memiliki kualifikasi Akademis Strata-1 (S1) terapan pertahanan.

“Yang daftar ribuan, tapi yang diterima sesuai jumlah yang dibutuhkan,” demikian Wirana Prasetya Budi.

Brigjen Wirana Prasetya Budi hadir menyambut puluhan jurnalis Cirebon didampingi oleh Dirbin Litbang Akmil Letkol Inf Terry Tresna serta jajaran eselon dan struktural lain, diantaranya Kabag Lok, Kabag Ter, perwakilan Kajen dan Kadep.

Sementara, Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) kota Cirebon Ahadyah Dwi Agustinah mewakili DKIS Iing Daiman dan koordinator Jurnalis Cirebon Ivansyah menyampaikan terimakasih atas kesediaan Akmil menerima rombongan jurnalis Cirebon.

“Merupakan kehormatan bagi kami, karena telah sudi menerima kami. Kami hadir bersama 25 jurnalis dari Cirebon,” ungkap Ahadyah Dwi Agustinah

Dian nama karibnya menambahkan, kegiatan gathering jurnalis Cirebon bukan pertama kalinya diselenggarakan. Melainkan hampir tiap tahun untuk menjalin sinergitas dengan unsur, lembaga, instansi lain di berbagai daerah.

 

Sumber :

https://egriechen.info/nilai-dari-proses-pembuatan-pinisi/