Bentuk dan Warna Pial

            Bentuk dan warna pial pada ayam jantan di dominasi dengan warna merah dan bentuk pial yang panjang, sedangkan pada ayam betina di dominasi dengan warna merah dan bentuk pial yang pendek. Frekuensi fenotipe bentuk dan warna pial padaayam kampung jantan danbetina dapat dilihat pada Tabel 1 Gambar 5.

            Bentuk dan warna pial menurut (Susanti et al. 2006) bervariasi sesuai dengan bangsa dari masing-masing ayam. Sama halnya dengan jengger, bentuk dan warna pial dalam beberapa hal memiliki peranan dalam seleksi bibit untuk menentukan produktivitas seekor ayam betina.

Gambar 5. Bentuk pial pada ayam jantan dan betina (a) bentuk pial panjang, (b) bentuk pial pendek.

4.2.2 Sifat Kuantitatif

Sifat kuantitatif adalah sifat yang tidak tampak dari luar dan tidak dapat diamati tetapi dengan mata telanjang, dapat diukur dengan satuan tertentu. Sifat kuantitatif sangat berhubungan denagn produksi. Sifat kuantitatif dipengaruhi oleh sejumlah besar pasang gen yang berperan secara aditif, dominans dan epistatik dan bersama-sama di pengaruhi oleh lingkungan (non genetik), menghasilakan ekspresi fenotip sebagai sifat kuantitatif. Keragaman sifat kuantitatif bersifat kontinyu berkisar antara nilai minimum dan maksimum dan menggambarkan suatu distribusu normal, karena jumlah yang besar dan saham masing-masing alel yang kecil maka peranan gen secara sepasang demi sepasang tidak penting.

Dalam melakukan produksi, sifat kuantitatif mutlak dibutuhkan karena sangat berpengaruh dalam menentukan hasil produksi. Sifat kuantitatif bangsa ternak dapat diukur denagan parameter seperti ukuran tubuh, bobot badan, panjang badan, panjang seng, diameter seng, lingkar kepala, panjang kepala, lingkar badan, dan lain-lain.

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan menunjukan karakteristik sifat kuantitatif  yang sangat berbeda antara semua ayam. Dengan rata-rata bobot badan semua ayam 7.345, stadar deviasi 0.765722, dan keragaman koefisien 10.42507.

sumber :

https://sel.co.id/gb-whatsapp-apk/