BPOM RI Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 8,1 M

BPOM RI Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 8,1 M

BPOM RI Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 8,1 M

BPOM RI Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 8,1 M
BPOM RI Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 8,1 M

Rl kembali memusnahkan obat dan makanan ilegaI

/tanpa izin edar dan/atau yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat dan mutu di Bandung, setelah sebelumnya melakukannya di Surabaya.

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito mengatakan, 2.045 item produk ilegal yang hari ini dimusnahkan merupakan temuan hasil pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran di bidang obat dan makanan di wilayah Jawa Barat pada tahun 2018 dengan nilai mencapai Rp 8,1 miliar.

“Awal minggu ini kita memusnahkan obat dan makanan ilegal di Surabaya senilai Rp.10,7 miliar dan di Bandung rupiah obat dan makanan ilegal di senilai Rp 8,1 miliar sejumlah 2.045 item produk,” ucap Penny, di BPOM Bandung, Kamis (20/12).

Menurut Penny, temuan yang merupakan hasil kegiatan pemeriksaan dan penindakan di sarana produksi, distribusi dan pelayanan kesehatan, termasuk sarana penjualan online tahun 2018 tersebut didominasi oleh produk kosmetik dan obat tradisional ilegal, masing-masing1.071 item (52.35%) kosmetik ilegal dan 576 item (28,15%) obat tradisional ilegal.

“Produk kosmetik ilegal tersebut mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan rhodamin B, sedangkan obat tradisional mengandung bahan kimia obat (BKO) seperti Sildenafil Sitrat, Deksamemson dan BKO lainnya,” katanya.

Penny menyatakan, selain kosmetik dan obat tradisional

, produk yang dimusnahkan juga terdiri dari Obat Keras yang diedarkan di sarana ilegal sebanyak 365 item (17,89 %), produk pangan ilegal dan mengandung bahan berbahaya (formalin dan boraks) sebanyak 24 item (1.17 %), dan produk suplemen kesehatan sebanyak 9 item (0.44 %).

“Kita tegaskan kepada pelaku usaha untuk menaati standar dan peraturan terkait aspek keamanan, manfaat dan mutu obat dan makanan, jika pelaku usaha terbukti melakukan pelanggaran, terlebih dahulu akan kami bina agar selanjutnya dapat memenuhi persyaratan dan ketentuan,” ujarnya.

Penny menegaskan, jika pelaku usaha terbukti melanggar peraturan dengan sengaja dan terus menerus melanggar, kami tidak segan untuk menindak dan menegakkan hukum agar pelanggaran diberi hukuman yang setimpal, sebagai upaya untuk melindungi masyarakat Indonesia dari peredaran obat dan makanan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan

“BPOM RI terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat Indonesia

dari peredaran obat dan makanan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan dengan meningkatkan keria sama lintas sektor dengan semua pemangku kepentingan termasuk juga meningkatkan peran serta masyarakat sebagai konsumen cerdas dengan selalu “Cek KLIK” untuk memastikan kemasan dalam kondisi baik, baca informasi pada Label, memiliki Izin Edar, dan tidak melebihi masa Kedaluwarsa,” jelasnya.

Dan selama tahun 2018 BBPOM di Bandung telah memproses 21 perkara pro-justitia dengan rincian 8 perkara di bidang obat, 6 perkara di bidang kosmetik, 4 perkara di bidang obat tradisional, dan 3 perkara di bidang pangan

 

Sumber :

http://saradan.madiunkab.go.id/info/2019/04/04/ajarkan-anak-bersikap-yang-baik/