CJI Gugat Sistem Pendidikan Nasional

CJI Gugat Sistem Pendidikan Nasional

CJI Gugat Sistem Pendidikan Nasional
CJI Gugat Sistem Pendidikan Nasional

 

 

Citizen Journalism Independent tanyakan beban pendidikan yang terasa berat dalam proses belajar mengajar. Tetapi, beban itu akan manfaat saat memasuki perguruan tinggi. ’’Berat sekarang lebih baik ketika ringan di kemudian hari. Beban itu harus ada sebab jadi harapan di masa depan,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha, saat dialog bersama CJI, kemarin.

Menurut Achmad, bangsa ini miliki aturan. Melalui penegakan hukum yang benar, ada pelajaran berharga dalam penegakan aturan. ’’Awalnya yang kecil seperti menegakan aturan di sekolah dengan baik,” tukas Amet-sapaan akrab legislator PDI Perjuangan ini.

Terkait CJI, Susi, salah seorang pendiri organisasi ini, mengatakan

, jika ini merupakan komunitas jurnalis anak SMA se-Bandung Raya. Sebagai pewarta kota dari kalangan pelajar, pihaknya terdorong untuk melakukan segala aktifitas. ’’Kita bukan hanya jurnalis, tapi ada kegiatan hiburan dan kerja sama,” katanya.

Secara struktural CJI memiliki ratusan anggota yang terbagi empat rayon dengan masing-masing wilayah ada kepengurusannya. ’’Ini untuk memudahkan komunikasi dan memasukkan berita melalui aplikasi radio nasional,” ujarnya.

Salah satu kegiatan yang lagi digarap CJI sedang menggarap film pendek. Terkesan konsep ini mission impossible, tapi nyatanya mampu berbuat. ’’Misi utamanya kita tidak anarkis tapi destruktif dan siap jadi agen informasi yang valid,” kata Jaki.

Amet menegaskan, sebagai siswa yang bergerak di bidang jurnalistik dengan kaitan fungsi Komisi D,

harus mampu juga jadi agen dewan untuk menyampaikan keluhan dan peristiwa sekolah. ’’Ini sangat baik dan lebih independen karena datang dari siswa sendiri,’’ sebut Amet.

Amet mencontohkan, transparansi RKS yang ditanyakan CJI, sulit dibeberkan secara terang benderang. Pungutan dari siswa itu tak miliki rumusan yang jelas. Sehingga selalu jadi perdebatan di lingkungan pendidikan. ’’Melalui pemahaman ini dan kegiatan CJI, bisa saja informasi itu dieksplor di majalah dinding sekolah. Ini akan jadi pelajaran,’’ imbuh Amet.

Sebelumnya, dalam diskusi yang terbuka para anggota CJI, mengkritik sistem pendidikan

dan berbagai pungutan serta RKS yang dinilainya bertentangan dengan filisofi pendidikan.

Dalam pandangan CJI, itu perlu perbaikan demi kemajuan pendidikan di Kota Bandung. Mereka berharap para guru di sekolah melakukan perbaikan. ’’Jangan cuma memberi perintah menugaskan bahkan mengintimidasi pada siswa yang kritis,’’ paparnya

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/sejarah-lahirnya-isis/