Contoh Bentuk Kegiatan Wiyata Mandala

Hal ini perlu dipahami oleh semua pihak, bahwa sekolah merupakan Wiyata Mandala. Fungsi sekolah sebagai wiyata mandala harus benar-benar dilaksanakan. Wiyata Mandalaadalah lingkungan pendidikan tempat berlangsung proses belajar-mengajar. Hal ini tertuang dalam wawasan wiyata mandala ditetapkan dalam Surat Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) nomor :13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 sebagai sarana ketahanan sekolah. Wawasan Wiyata Mandala merupakan konsepsi atau cara pandang; bahwa sekolah adalah lingkungan atau kawasan penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar tujuan pendidikan.

Saat ini dunia pendidikan seolah menjadi ajang yang tepat dan pas untuk sarana politik.Di tingkat pusat, kampanye partai yang mengangkat janji pendidikan yang lebih baik, jumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang berlatar belakang kalangan profesional lebih sedikit dibanding orang-orang partai, (mungkin) termasuk di Departemen Pendidikan Nasional. Di tingkat daerah, menjadikan isu pendidikan sebagai kampanye politik pemilihan kepala daerah, bahkan melibatkan Dinas Pendidikan dan guru  dengan janji-janji yang manis seperti kesejahteraan, pengangkatan guru, dsb.

Di sisi lain komersialisasi pendidikan terjadi. Tekanan ekonomi membuat sebagian oknum kepala sekolah atau guru melakukan bisnis promosi, penjualan buku di sekolah bekerja sama dengan penerbit bekerja atau birokrat di lingkungan pendidikan. Bahkan pendidikan terindikasi dikomersialisasikan. Bahkan dengan adanya bantuan BOS seolah kepala sekolah atau guru menjadi “kontraktor” baru. Terkadang dengan alasan keuangan sekolah, merelakan sekolahnya menjadi background film atau sinetron yang tidak ada kaitannya dengan dunia pendidikan. Yang paling perlu diwaspadai adalah warga sekolah (entah kepala sekolah, guru, orang tua siswa, murid atau warga sekitar) memanfaatkan sekolah sebagai tempat penyebaran aliran sesat, penjualan barang terlarang, atau kegiatan yang bertentangan dengan hukum dan undang-undang.

Inti pokok wiyata mandala, yaitu: Sekolah merupakan lingkungan atau kawasan penyelenggara pendidikan.Kepala sekolah sebagai penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh.Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk mengemban tugas pendidikan bersama.Para warga sekolah di dalam maupun di luar sekolah harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru.Sekolah harus berpijak pada masyarakat sekitarnya dan mendukung antar warga.

Sebagai Wiyata Mandala, Sekolah seyogyanya tidak boleh digunakan untuk :

  1. Promosi dan penjualan produk yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan.
  2. Propaganda politik atau tempat berkampanye.
  3. Pembuatan film atau sinetron tanpa izin Pemda dan tidak ada kaitannya dengan pendidikan.
  4. Tempat penyebaran aliran sesat dan penyebaran ajaran agama tertentu yang bertentangan dengan undang-undang.
  5. Kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan, perselisihan, sehingga susana sekolah menjadi tidak kondusif.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Nama organisasi intra sekolah bagi para siswa disebut OSIS. Dasar dari organisasi ini adalah Pancasila dan UUD 1945. Asas OSIS adalah kekeluargaan dan kegotong royongan yang mengedepankan musyawarah  mufakat dalam menjalankan roda organisasinya. OSIS berperan besar dalam menyediakan wahana aktualisasi dan ekspresi bebas para siswa sesuai dengan bakat dan potensi besarnya, baik berupa seni, olah raga, sains, jurnalistik, teknologi, sastra, pramuka, keagamaan dan lainnya.

Salah satu Tujuan dan Fungsi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah Sebagai tempat sarana para siswa untuk berkomunikasi serta menyampaikan pemikiran dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berpikir, mengembangkan wawasan, dan pengambilan keputusan dan Sebagai satu-satunya wadah kegiatan para siswa di sekolah bersama dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya pembinaan kesiswaan. Tugas dan kewajiban utama OSIS ialah membantu mengusahakan kelancaran pelaksanaan program pengajaran dan pembinaan generasi muda di sekolah. Pengelolaan Layanan Khusus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah Planning, Organizing , Actuating, dan Controlling

sumber :

REDDEN v1.35 Apk for android