Cryonics, Menunggu Hidup kembali dalam Beku

Cryonics, Menunggu Hidup kembali dalam Beku

Cryonics, Menunggu Hidup kembali dalam Beku

Cryonics, Menunggu Hidup kembali dalam Beku
Cryonics, Menunggu Hidup kembali dalam Beku

PERTENGAHAN bulan lalu, seorang remaja perempuan berhasil memenangkan haknya dalam persidangan di pengadilan tinggi di Inggris.

Hak yang dituntut remaja berusia 14 tahun itu merupakan sesuatu yang baru dalam pengadilan.

Ia menuntut hak untuk membekukan tubuhnya setelah meninggal.

Keinginan remaja itu bukan tanpa alasan.

Ia telah mempelajari dan memutuskan untuk menjalani cryonics.

Cryonics merupakan metode pengawetan tubuh seseorang

yang tidak dapat diselamatkan dari kematian dengan obat-obat biasa, melalui pembekuan dalam suhu rendah yang berkisar di -196 derajat celsius.

Proses tersebut dilakukan agar sel-sel dalam tubuh pasien tidak rusak dengan harapan dapat disembuhkan di kemudian hari dengan kemajuan teknologi medis.

Dengan disembuhkannya penyakit pasien tersebut, sang pasien diharapkan dapat dihidupkan kembali dalam keadaan sehat.

Cryonics Institute sebagai lembaga yang memfasilitasi keinginan remaja tersebut melaporkan jenazah remaja tersebut telah tiba di fasilitas mereka pada Jumat (25/11).

Kondisi jenazah yang dikemas dalam es kering itu diterima delapan hari pascakematian remaja itu.

Lembaga yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu melaporkan biaya proses

pengawetan sekitar US$28 ribu, atau sekitar Rp386 juta.

The Times melaporkan biaya yang ditanggung keluarga remaja itu sekitar US$46 ribu (setara Rp634 juta).

Konsep pengawetan cryonics diperkenalkan Robert Ettinger pada 1962

melalui publikasinya berjudul The Prospect of Immortality.

Karena publikasi itu, Ettinger dikenal sebagai bapak cryonics.

Konsep tersebut cukup mendapat apresiasi dari masyarakat.

 

sumber :

https://gumroad.com/gurupendidikan/p/the-brain-game-apk