DAMPAK PERJANJIAN GIYANTI

DAMPAK PERJANJIAN GIYANTI

DAMPAK PERJANJIAN GIYANTI

Perjanjian Giyanti ini untuk pihak VOC akhirnya ditandatangani oleh N. Hartingh, W. van Ossenberch, J.J. Steenmulder, C. Donkel, dan W. Fockens. Dari perjanjian yang ada ini beberapa dampak pun muncul, di antaranya adalah :

1. KERUSUHAN TERUS BERLANGSUNG

Hal ini pun terjadi karena kelompok Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said tidak
turut serta dalam perjanjian tersebut. Hal ini jelas memporak-porandakan rakyat dan sangat memecah belah lapisan lapisan masyarakat yang ada di wilayah Mataram.

2. KERAJAAN MATARAM

Kerajaan Mataram pun akhirnya terbagi menjadi dua bagian. Wilayah yang pertama adalah di bagian Sungai Opak, atau bagian timur kepada tahta Mataram, Sunan Pakubuwana III. Kemudian, sisanya atau bagian barat diserahkan kepada pangeran Mangkubumi.

3. KEKUASAAN LOKAL MELEMAH

Karena adanya pembagian kekuasaan tersebut, akhirnya dampak ini melebar pada kekuatan penguasa lokal. Adanya pembagian ini membuat kekuasaan lokal semakin melemah. Adanya penyempitan wilayah membuatnya semakin terbatas.

4. VOC BERKUASA

Hal ini pula yang membuat VOC di dalam lingkup lokal lebih mengontrol atau mengatur hal-hal yang terkait kerajaan. Kondisi ini membuat daerah lebih didominasi oleh VOC. Dari isi perjanjian Giyanti yang ada pun terlihat bahwa dominasi VOC terpampang pada pasal nomor 3 di perjanjian Giyanti.


Sumber: https://mansionpromo.co.id/feist-apk/