Definisi Pemanasan Global dan Lubang Ozon & Pelakunya

Definisi Pemanasan Global dan Lubang Ozon & Pelakunya

Definisi Pemanasan Global dan Lubang Ozon & Pelakunya

Definisi Pemanasan Global dan Lubang Ozon & Pelakunya
Definisi Pemanasan Global dan Lubang Ozon & Pelakunya

Definisi Pemanasan Global dan Lubang Ozon

Pemanasan Global adalah isu lingkungan hidup yang mengakibatkan perubahan iklim global yang menakutkan,mulai semarak setelah PBB membentuk Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 1988.

Secara umum pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Sehingga dengan adanya peningkatan intensitas efek rumah kaca disebabkan oleh adanya eningkatan kadargas rumah kaca ( GRK ) seperti uap air, karbondioksida, ozon,metana, CFC, dan lain sebagainya yang ada di udara.

Lapisan Ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 19 – 48 km (12 – 30 mil) di atas permukaan Bumi yang medung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil.
Ozon adalah zat oksidan yang kuat, beracun, dan zat pembunuh jasad renik yang kuat. Ozon adalah gas beracun sehingga bila berada dekat permukaan tanah akan berbahaya bila terhisap dan dapat merusak paru-paru. Sebaliknya, lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan di bumi karena ia melindunginya dari radiasi sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker.

Lubang ozon sebenarnya adalah istilah kiasan. Pada awal tahun 1980-an, para peneliti yang bekerja di Antartika mendeteksi hilangnya ozon secara periodik di atas benua tersebut. Keadaan yang dinamakan lubang ozon (suatu area ozon tipis pada lapisan ozon) ini, terbentuk saat musim semi di Antartika dan berlanjut selama beberapa bulan sebelum menebal kembali. Studi-studi yang dilakukan dengan balon pada ketinggian tinggi dan satelit-satelit cuaca menunjukkan bahwa persentase ozon secara keseluruhan di Antartika sebenarnya terus menurun .Lubang tersebut merupakan hasil dari tenaga matahari yang mengeluarkan radiasi ultra yang tinggi. Radiasi itu berpecah menjadi molekul oksigen sekaligus melepaskan atom bebas di mana setengahnya diikat dengan molekul oksigen yang lain untuk membentuk ozon. Dengan demikian lubang ozon tentu saja akan merisaukan karena dengan menurunnya kadar ozon, sinar ultraviolet-B yang akan sampai ke bumi akan bertamah banyak. Dampak radiasi sinar UV-B sangat berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup di bumi.

Pelaku Pemanasan Global Dan Timbulnya Lubang Ozon

Manusia merupakan pelaku utama timbulnya pemanasan global dan lubang ozon. Aktivitas manusia yang tidak memikirkan dampak – dampak yang ditimbulkan adanya pemanasan global dan lubang ozon bisa menambah parahnya dampak yang ditimbulkan akibat fenomena – fenomena tersebut. Tentu saja yang akan rugi adalah manusia itu sendiri karena ulah mereka. Selain itu penggunaan barang – barang rumah tangga yang tidak ramah lingkungan, seperti semprotan minyak wangi, semprotan rambut, AC, kulkas, dan lain sebagainya memicu bertambah rusaknya lapisan ozon di muka bumi ini. Pembakaran yang dilakukan oleh manusia, seperti pembakaran hutan, pembakaran minyak bumi misalnya untuk kendaraan bermotor yang menghasilkan gas karbon merupakanaktivitas – aktivitas yang dapat menimbulnya gejala pemanasan global dan timbulnya lubang ozon. Oleh karena itu faktor manusialah yang andil besar timbulnya pemanasan global dan ubang ozon, meskipun faktor alam juga ikut berperan. Sehingga manusialah pelaku sekaligus yang menerima dampak pemanasan global dan timbulnya lubang ozon atas konsekuensi aktivitas yang mereka lakukan sehari – hari.

Baca Juga: