Doa Sebelum Makan

Doa Sebelum Makan

Lalu doa apa yang seharusnya dibaca sebelum makan ?

Doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw berdasarkan hadits yang shohih adalah sebelum makan hendaknya cukup membaca :

بِسْمِ اللَّهِ

Bismillaah

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah”

Anjuran membaca bismillah sebelum makan berdasarkan hadits di bawah ini :

Hadits pertama

Dari ‘Umar bin Abi Salamah, ia berkata, “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ » . فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

“Wahai Ghulam, bacalah “bismilillah”, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu.
(HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022

Hadits Kedua

يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.”
(HR Bukhari no. 4957 dan Muslim no. 3767 dari Maktabah Syamilah)

Apakah cukup membaca Bismillaah atau Bismillaahirrahmanirrahim?

Dari beberapa dalil-dalil yang ada (di antaranya hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ), ucapan yang tepat sebelum makan cukup dengan “bismillah”, tanpa “bismillahir rohmanir rohiim”.
Pendapat Syaikh al Albani berdasarkan hadits Umar bin Abi Salamah dan hadits ‘Aisyah. Beliau mengatakan, “Dan di dalam hadits terdapat dalil bahwa bacaan ketika akan makan hanya bismillaah saja.”

Bagaimana jika lupa membaca doa sebelum makan (bismillah) ?

Jika pada saat kita mau makan dan kita lupa membaca “bismillah” maka kita dianjurkan membaca doa :

بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu
Artinya : “Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya”

Hal ini berdasarkan hadist :

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.”
(HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih)

Disebutkan dalam Riyadhus Shalihin,

“Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk dan ada seorang laki-laki yang sedang makan tapi belum membaca “bismillah” sehingga makanannya tinggal satu suap. Ketika ingin memasukkannya ke mulutnya, dia membaca, “Bismillaahi Awwalahu wa Aakhiaihu”, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa, lalu bersabda, “Syetan ikut serta makan bersamanya, dan ketika dia menyebut nama Allah, dia memuntahkan apa yang ada di perutnya.”
(HR. Abu Dawud dan al-Nasai. Didhaifkan oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Dawud no. 3768)

بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

Bismillaahi fii Awwalihii wa Aakhirihi

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah di awal dan akhirnya.”

Hal ini berdasarkan hadist :

Dari Aisyah radliyallah ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَإِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Apabila seorang kalian ingin makan, hendaknya dia membaca ‘bismillah’. Dan jika ia lupa membaca di awalnya, hendaknya ia membaca ‘bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi’.”
(HR. Ahmad, al Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no. 3264, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1513, al Irwa’ no 1965)

Mengapa sebelum makan harus berdoa ?

Berdoa sebelum makan/minum merupakan salah satu tanda syukur kita kepada Allah SWT. Bersyukur karena Allah SWT telah memberian kita makanan yang halal dan bergizi. Selain itu juga, berdoa sebelum makan juga mencegah syetan dari ikut serta menikmati makanan. Hal ini sebagaimana hadist di bawah ini,:

Diriwayatkan dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
“Apabila kami makan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kami tidak memulainya sehingga beliau memulai makan. Suatu hari kami makan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba datanglah seorang gadis kecil seakan-akan anak tersebut terdorong untuk meletakkan tangannya dalam makanan yang sudah disediakan. Dengan segera Nabi memegang tangan anak tersebut. Tidak lama sesudah itu datanglah seorang Arab Badui. Dia datang seakan-akan didorong oleh sesuatu. Nabi lantas memegang tangannya. Sesudah itu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya syetan turut menikmati makanan yang tidak disebut nama Allah padanya. Syaitan datang bersama anak gadis tersebut dengan maksud supaya bisa turut menikmati makanan yang ada karena gadis tersebut belum menyebut nama Allah sebelum makan. Oleh karena itu aku memegang tangan anak tersebut. Syetan pun lantas datang bersama anak Badui tersebut supaya bisa turut menikmati makanan. Oleh karena itu, aku pegang tangan Arab Badui itu. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan syetan itu berada di tanganku bersama tangan anak gadis tersebut.”
(HR. Muslim no. 2017)

Dari Hudzaifah, ia berkata, “Jika kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadiri jamuan makanan, maka tidak ada seorang pun di antara kami yang meletakkan tangannya hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulainya. Dan kami pernah bersama beliau menghadiri jamuan makan, lalu seorang Arab badui datang yang seolah-oleh ia terdorong, lalu ia meletakkan tangannya pada makanan, namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tangannya. Kemudian seorang budak wanita datang sepertinya ia terdorong hendak meletakkan tangannya pada makanan, namun beliau memegang tangannya dan berkata,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ جَاءَ بِهَذَا الأَعْرَابِىِّ يَسْتَحِلُّ بِهِ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ وَجَاءَ بِهَذِهِ الْجَارِيَةِ يَسْتَحِلُّ بِهَا فَأَخَذْتُ بِيَدِهَا فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنَّ يَدَهُ لَفِى يَدِى مَعَ أَيْدِيهِمَا

“Sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya. Setan datang bersama orang badui ini, dengannya setan ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Dan setan tersebut juga datang bersama budak wanita ini, dengannya ia ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan tersebut ada di tanganku bersama tangan mereka berdua.”
(HR. Abu Daud no. 3766. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih).

Baca Juga: