Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Financial Deepening

            Mukhlis (110:2015) menjelaskan bahwa “Faktor yang mempengaruhi pendalaman keuangan yaitu nilai tukar mata uang, pendapatan nasional, dan tingkat bunga”. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendalaman keuangan (financial deepening) sebagai berikut.

  1. Nilai Tukar Mata Uang

Nilai tukar mata uang mencerminkan harga mata uang dibandingkan dengan mata uang lainnya. Besarnya nilai tukar mata uang tersebut akan tercermin dari nilai kurs uang lainnya. Naik turunnya nilai tukar mata uang dipengaruhi oleh banyak faktor sesuai dengan sistem yang dianutnya. Faktor-faktor tersebut dapat berupa faktor ekonomi dan faktor bukan ekonomi. Besarnya nilai tukar mata uang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi, antara lain inflasi, jumlah uang beredar, tingkat bunga, dan pendapatan masyarakat.

Nilai kurs mata uang dapat mempengaruhi kinerja perekonomian. Apabila mata uang suatu negara mengalami apresiasi terhadap mata uang asing, maka hal tersebut mengindikasikan adanya permintaan yang besar terhadap mata uang domestik dibandingankan dengan mata uang asing. Apabila terjadi depresiasi mata uang domestik terhadap mata uang asing, maka kondisi tersebut dapat mengakibatkan peningkatan masyarakat terhadap mata uang asing dengan tujuan untuk menyimpan kekayaannya.

  1. Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional merupakan indikator utama dalam pengukuran kinerja perekonomian negara. Istilah pendapatan nasiona dapat dilihat dalam prespektif ekonomi mikro dan makro. Dalam prespektif ekonomi mikro, pendapatan nasional merupakan besarnya insentif yang diterima oleh masyrakat atas jasa yang telah dikeluarkannya untuk menghasilkan sebuah keluaran.  Semakin tinggi pendapatan yang diterima masyrakat dalam bekerjanya menunjukkan semkain besarnya insentif yang diterima masyarakat atas pemakaian input tenaga kerjanya dalam kegiatan menghasilkan keluaran.

Pada perspektif makro, pendapatan dapat diartikan sebagai keseluruhan barang dan jasa (keluaran) yang dihasilkan oleh perekonomian negara dalam periode waktu tertentu. Dalam konteks ini, biasanya pendapatan diukur dari indikator produk domestik bruto (PDB). Pendapatan yang tinggi menunjukkan bahwa keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan ekonomi mengalami kenaikan.

  1. Tingkat Bunga

Tingkat bunga merepretasikan harga diri suatu uang. Menurut McKinnon dan Shaw (1973) dalam Mukhlis menyatakan bahwa “Besar kecilnya tingkat bunga sangat terkait dengan adanyan kebijakan represi keuangan (financial repression) yang terjadi dalam perekonomian negara. Represi keuangan dapat ditandai oleh adanya pembatasan dalam tingkat bunga (suku bunga riil rendah) dalam perekonomian.”  Kondisi ini menyebabkan  rendahnya minat masyarkat untuk menyimpan dananya di bank.

sumber :