Fungsi Vakuola

Fungsi Vakuola

Fungsi Vakuola

Pada tumbuhan, vakuola memiliki peranan sangat penting karena mekanisme pertahanan hidupnya bergantung pada kemampuan vakuola menjaga konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya. Misalnya proses pelayun yang terjadi ketika vakuola kehilangan tekanan turgor pada dinding sel.

Di dalam vakuola terdapat juga sebagian besar bahan-bahan berbahaya bagi metabolisme dalam sel karena tumbuhan tidak memiliki sistem eksresi yang efektif seperti pada sel hewan. Kehidupan sel akan kacau jika tidak ada vakuola karena tidak adanya reaksi biokimia.

Fungsi lain vakuola pada sel tumbuhan adalah sebagai pelindung terhadap predator dengan kandungan senyawa beracun, duri, atau aroma tidak menyenangkan bagi hewan. Peran lain vakuola pada tumbuhan adalah memperbesar dan menyerap air agar sel tumbuh besar dengan cadangan dalam sitoplasma baru.

Di bawah ini adalah fungsi vakuola lainnya, yaitu:

  1. Membangun turgor sel, dengan cara memasukkan air lewat tonoplas yang bersifat diferensial permiable.
  2. Sebagai wadah penyimpanan cadangan makanan seperti amilium dan glukosa.
  3. Sebagai fasilitator proses sirkulasi zat dalam sel.Terdapat vakuola yang mengandung pigmen pada daun, bunga, dan buah dalam bentuk larutan. Seperti antosian yang berwarna merah, biru, lembayung, warna daging dan kuning. Antosian berfungsi sebagai pewarna pada bunga, buah, pucuk, dan daun. Hal ini bertujuan untuk menarik serangga, burung, dan hewan lain yang bertugas sebagai penyerbukan atau persebaran biji.
  4. Wadah penyimpanan minyak atsirik (minyak yang memberikan aroma khas seperti minyak kayu putih).
  5. Vakuola tumbuhan terkadang mengandung enzim hidrolitik yang bertindak sebagai lisosom ketika hidup.
  6. Setelah sel mati, tonoplas akan kehilangan sifat diferensial permiablenya dan membuat enzim-enzimnya lolos
  7. keluar menyebabkan autolisis (penghancuran diri).
  8. Mengatur trigiditas sel (tekanan osmotik sel).
  9. Menjadi wadah penyimpanan zat makanan terlarut yang seketika dapat digunakan oleh sitoplasma. Misalnya sukrosa, glikogen, dan garam mineral.Sebagai wadah penimbunan sisa-sisa metabolisme dan metabolik sekunder, seperti getah karet, alkaloid, tanin, dan kalsium oksalat.
  10. Sebagai pelengkap sel untuk menjaga tekanan osmotik sel.
  11. Menjaga sel dari bakteri dengan cara menghancurkan bakteri-bakteri yang menyerang sel.
  12. Berperan penting dalam proses autofagi, yakni proses metabolisme pemecahan komponen-komponen sel yang tidak diperlukan lagi. Selama proses autofagi berlangsung oleh lisosom, vakuola bertugas menjaga
  13. keseimbangan antar biogenesis dan degradasi zat dalam sel.
  14. Mengontrol tingkat keasaman pH dalam sel.
  15. Bertanggung jawab memisahkan racun-racun yang dihasilkan di dalam sel dari komponen-komponen sel lain.