Hakikat Ilmu

Hakikat Ilmu

Hakikat Ilmu

Hakikat Ilmu
Hakikat Ilmu

 

Keistimewaan Ilmu

Dari sudut akal, tidak sanggup disangkal bahwa diantara keistimewaan ilmu ialah sanggup mengantarkan insan kepada Allah dan mendekatkan diri kepadaNya. Ilmu ialah awal kebahagiaan awet dan kenikmatan kekal yang tiada berujung. melaluiataubersamaini ilmu insan sanggup meraih kebahagiaan didunia dan kebahagiaan diakhirat. Dunia ialah spesialuntuk lahan untuk bekal menuju alam abadi dan seorang yang mengamalkan ilmunya akan menuai buat dirinya akan kebahagiaan awet, yaitu dengan mendidik dirinya dengan budbahasa dan etika yang seuai dengan tuntunan ilmu. Ilmu sanggup menghidupkan hati yang buta, menjadi penerang jiwa dari kepetangan, penguat jasmani dari kelemahan sehingga sanggup mengangkat derajat hamba ketingkat golongan orang-orang yang sholeh.

Berfikir dengan ilmu sama nilainya dengan pahala puasa dan mengkajinya sebanding dengan sholat malam, alasannya ialah dengan ilmu insan taat kepada Allah. Ilmu mirip seorang pemimpin dan yang mengamalkannya mirip pengikutnya.

Muaz bin Jabal berkata

“Pelajarilah ilmu, tolong-menolong mempelajari ilmu alasannya ialah Allah ialah suatu kebaikan, mencarinya ialah ibadah, mengkajinya ialah tasbih, mereviewnya ialah jihad, mengajarkannya yang tidak tahu ialah shodakah, dan mencurahkannya kepada ahlinya dinilai sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah, ilmu menjadi penghibur dikala sepi, mitra dikala sendiri, menjadi petunjuk dalam duduk perkara agama, menjadi penyabar dikala senang dan susah. Ilmu bagaikan mitra dan pemmenolong dalam segala situasi kondisi dan obor penerang menuju surga. melaluiataubersamaini ilmu Allah mengangkat derajat suatu kaum dan mendapatkan mereka ditempat terhormat. Ilmu ialah petunjuk jalan bagi mereka menuju kebaikan sehingga jejak mereka di ikuti dan sikap mereka diteladani. Para Malaikat melindungi mereka dengan akup-akupnya yang membentang, dan setiap benda, baik benda kering maupun benda basah, ikan-ikan dilaut, binatang buas dan binatang ternak didarat serta burung-burung dilangit memohonkan ampun bagi mereka “

Baca Juga: Kalimat Syahadat

Hakikat Ilmu

seperti yang hadits yang diriwayatkan oleh Abi Huraerah ra, Nabi bersabda

“Barang siapa berjalan untuk keperluan ilmu, maka Allah akan membimbingnya kejalan sorga, dan tolong-menolong orang alim itu akan dimintakan ampun oleh siapa-siapa yang ada dilangit dan siapa-siapa yang ada dibumi, sehingga ikan-ikan yang ada dilaut, dan tolong-menolong ulama itu ialah para pewaris Nabi-Nabi “

Fath al Moshuli pernah ditanya, “bukankah orang yang sakit ialah orang yang tidak sanggup makan dan minum serta minum obat kemudian menemui ajalnya ?, Ya, kemudian berkata “demikan pula dengan hati, jikalau sudah tidak sanggup mendapatkan kata-kata hikmah, maupun ilmu selama tiga hari, maka ia akan mati. Apa yang dikatakan oleh fath al Moshuli memang benar, alasannya ialah sajian masakan hati ialah ilmu dan siraman kata-kata hikmah, namun terkadang hati sudah tidak sanggup lagi menerimanya alasannya ialah disibukkan oleh urusan dunia, maka hatinya akan mencicipi sakit yang tidak terkira perihnya dan terus-menerus tanpa akhir. inilah makna sabda Nabi ” Manusia itu terpulas ( lalai ),lalu ketika mati barulah ia terbangun ( sadar ).

Maka jelaslah bahwa ilmu itu lebih utama dari pada amal,ditilik dari lima segi :
Ilmu tanpa amal tetap ada, sedangkan amal tanpa ilmu tidak akan terlaksana
Ilmu tanpa amal tetap terlaksana, sedangkan amal tanpa ilmu tidak akan bermamfaat
Amal tetap bersifat pasif, sedangkan ilmu bersifat aktif bersinar bagaikan lampu
Ilmu ialah perkataan para Nabi
Ilmu ialah sifat Allah, sedangkan amal ialah sifat para hamba, sifat Allah lebih utama dari pada sifat hamba