Hasta Brata

            Secara etimologis kata Hasta Brata berasal dari bahasa Sansekerta, asta artinya delapan dan brata artinya laku atau pedoman.[10] Ajaran Hasta Brata diberikan oleh Rama kepada wibisana pada saat wibisana akan diangkat menjadi Raja di kerajaan Alengka menggantikan kakaknya yaitu prabu Rahwana. Disitu wibisana diperintahkan melindung rakyat dan memulihkan kerajaan yang telah hancur karena perbuatan Rahwana.[11]

            Konsep kepemimpinan Hasta brata merupakan salah satu konsep yang cukup luas diapresiasi dan berasal dari naskah kuna Mahabarata. Menurut konsepsi ini maka seorang pemimpin harus meniru 8 sifat alam yang merupakan sifat inti seirang pemimpin dalam tradisi Jawa, yaitu:

 1)  Bumi (tegas, konsisten, dan menawarkan kesejahteraan);

 2) Matahari (sumber pengetahuan dan sebagai sumber motivasi bagi    masyarakat);

3) Bulan (mampu memberikan solusi bagi setiap permasalahan yang datang dengan baik);

4) Bintang (sebagai suri tauladan yang baik bagi masyarakat);

5) Api (mampu menumpas seluruh pengahalang yang dapat merusak keamanan dan kententraman);

6) Angin (bersifat mandiri, netral dan selalu mengawasi kinerja anak buah); 7) Laut atau samudra (Air) (tidak sombong dan menyerahkan segala hal kepada Tuhan Semesta Alam;

8) Langit (mampu mengayomi masyarakat).[12]

 Konsep kepemimpinan hasta brata adalah salah satu referensi penting sebab di dalamnya mengandung Leadership power yang memiliki kelebihan sifat yaitu kemanusiaan yang manusiawi dari seorang pemimpin. Jika diteaalah  lebih mendalam , kajian tentang hasta brata di atas sebenarnya menyangkut dua hal. Pertama, kteladanan seorang pemimpin- prabu rama wijaya dan prabu sri bathara kresna yang mampu memimpin Negara dengn adil dan bijaksana sehingga namanya harum di mata rakyat. Kedua, dengan meneladani perwatakan delapan alam di atas membuat sang pelaku ( pemimpin) secara otomatis masuk ke pendalaman wilayah spiritual-religius.

sumber :