Identifikasi Kesulitan Belajar Siswa

  Identifikasi Kesulitan Belajar Siswa

  Identifikasi Kesulitan Belajar Siswa

Seperti yang penulis sampaikan pada latar belakang tentang profil SD N I Perumnas Way Halim, bahwa sekolah ini merupakan sekolah unggulan (keterangan terlampir). Namun setelah penulis menagadakan penelitian dengan menggunakan metode wawancara dan menganalisa data khususnya kelas V (lima). Masih ada beberapa murid yang mengalami kesulitan belajar. Tentunya kesulitan belajar itu diakibatkan oleh beberapa faktor. Namun pada kesempatan kali ini penulis hanya akan mencoba menagmbil sampel pada 2 murid yang berada di kelas V yaitu HA dan AP. Dimana dua murid ini memiliki masalah kesulitan belajar yang berbeda. HA memiliki kesulitan belajar Under Achiever dan AP memiliki kesulitan belajar Slow Leaner (lambat dalam belajar). Adapun sebab penulis menyimpulkan kesulitan belajar tersebut setelah melakukan analisis seperti yang dijelaskan berikut ini :

  1. Pengumpulan Data

Didalam pengumpulan data penulis memperoleh data tentang kesulitan belajar tersebut menggunakan metode observasi dan wawancara (interview) dengan wali kelas V.

Adapun data yang diperoleh yaitu jumlah keseluruhan murid adalah 28 orang, yang terdiri dari 18 laki-laki dan 10 perempuan. Dari jumlah keseluruhan murid tersebut sebenarnya kesulitan belajarnya tidak terlalu banyak hanya beberapa macam. Namun untuk kedua murid ini memiliki kesulitan belajar. Seperti yang disampaikan Wali Kelas V (lima) “sebenarnya murid di kelas V (lima) ini secara rata-rata sudah memuaskan dalam hasil belajar. Namun si HA dan AP ini memiliki masalah apalagi nilai kedua murid tersebut sangat rendah. Kami juga telah memberikan beberapa layanan namun belum juga berhasil dan hasilnya nilai semester ganjil Tahun 2016/2017 ini juga belum memuaskan. Si HA itu sebenarnya kalau belajar ditanya dia pasti bisa menjawab namun dia itu sering menggangu teman dan tugas-tugas jarang dikerjakan. AP lain lagi, dia itu sangat susah menangkap pelajaran hal ini juga disampaikan oleh teman-teman guru bidang studi”.

Setelah penulis melakukan intervew, sudah bisa kami simpulkan apa sebenarnya kesulitan belajar yang dialami kedua murid tersebut.

  1. Pengolahan Data

Setelah melakukan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Penulis sudah memahami bahwa murid tersebut mengalami kesulitan belajar yang berbeda. Seperti yang disampaikan wali kelas V, kami menyimpulkan bahwa :

1)   HA itu kesulitan belajarnya adalah Under Achiever yakni mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah.

2)   AP itu kesulitan belajarnya Slow Learning atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.

  1. Diagnosis

Setelah menyimpulkan masalah yang dialami kedua murid tersebut. Timbulnya masalah yang dihapi HA dan AP disebabkan oleh faktor yaitu :

1)        HA

Setelah melihat data-data sendiri dan mendapat hasil home visit wali kelas, dapat dilihat bahwa latar belakang keluarga yang berasal dari petani dan ibu hanya sebagai ibu rumah tangga. Di rumah HA jarang diperhatikan belajarnya. Dan perhatian khusus kedua orang tuanya tentang perkembangan belajarnyapun jarang. Ibunya sendiri yang hanya di rumah sibuk ngurusin adik-adiknya. Walaupun sebenarnya masih ada waktu banyak untuk meluangkan waktu untuk memperhatikan belajarnya HA, namun itupun tidak dilakukan. Selain kurang perhatian, keluarga HA juga sangat sederhana dan pas-pasan. Waktu home visite Ibunya menyampaikan HA sering minta dibelikan buku, namu karena tidak ada maka tidak diberikan.

https://okabawes.co.id/mastergear-apk/