Imam Sudjarwo Diusulkan Jadi Pasangan Kapolri dan Wakapolri

Imam Sudjarwo Diusulkan Jadi Pasangan Kapolri dan Wakapolri

Imam Sudjarwo Diusulkan Jadi Pasangan Kapolri dan Wakapolri

Imam Sudjarwo Diusulkan Jadi Pasangan Kapolri dan Wakapolri
Imam Sudjarwo Diusulkan Jadi Pasangan Kapolri dan Wakapolri

 

Komjen Nanan Sukarna dan Irjen Imam Sudjarwo

disebut-sebut sebagai calon Kapolri terbaik untuk menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Kedua jenderal tersebut pun diusulkan menjadi satu paket Kapolri dan Wakapolri.

Demikan hal yang mengemuka dalam diskusi bertajuk ‘Kapolri, Jaksa Agung dan Harapan Baru’ yang diselenggaran Trijaya FM, di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Sabtu (18/9/2010)

“Satu dari dua (Nanan-Imam) ini insya Allah menurut hemat saya akan menjadi Kapolri yang lebih baik, kalau bisa yang satu jadi wakapolri,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edy.

 

Tjatur mengatakan, berdasarkan catatan-catatan yang diterima Komisi

Imam dan Nanan adalah calon terbaik  dari calon yang ada. “Keduanya lebih baik dari soal rekening,” kata Tjatur.

Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Irjen Pol (Purn) Farouk Muhammad, menilai usulan tersebut adalah hal yang bagus. Namun hendaknya komitmen itu dibuat di hadapan Presiden.

Farouk menjelaskan, komitmen seperti itu juga pernah ia lakukan bersama Jenderal Sutanto. Namun, setelah Sutanto menjadi Kapolri, karena suatu hal, ‘kesepakatan’ Farouk menjadi Wakapolri tidak terealisasi.

“Itu pengalaman saya dengan Pak Tanto dulu. Makanya lebih baik ini dibuat terbuka di hadapan Presiden,” kata Farouk.

 

Aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras)

Usman Hamid, mengatakan, sistem satu paket ini juga bisa menjadi terobosan. “Dari pertimbangan sejarah, Kapolri Hoegeng Imam Santoso dilantik berbarengan dengan Wakapolri Abdul Azis oleh Presiden. Jadi bukan hal yang keliru mengenai paket tersebut,” kata Usman.

Baca Juga :