Jenis-Jenis Penelitian Geografi

Jenis-Jenis Penelitian Geografi

 Jenis-Jenis Penelitian Geografi

Jenis penelitian geografi dapat dibedakan menurut tujuan, bentuk dan metode pelaksanaan, manfaat, serta metode penelitian, antara lain sebagai berikut:

  1. Berdasarkan Tujuan

Penelitian dilakukan sesuai dengan tujuan peneliti, misalnya dengan tuuan mencari hubungan sebab akibat suatu masalah geosfer, mendeskripsikan permasalahan geografi, dan menemukan penyebab terjadinya masalah geosfer. Jenis penelitian geografi berdasarkan tujuan sebagai berikut:

  1. Penelitian Eksplorasi adalah penelitian yang cara perolehan datanya dilakukan melalui metode wawancara, studi lapangan (observasi) dan studi pustaka. Rumusan hipotesis dan penarikan kesimpulan dalam penelitian eksploratif didasarkan atas hasil pengumpulan data obyek dan subyek penelitian.

Tujuan penelitian eksploratif adalah sebagai berikut:

1)      Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan.

2)      Mengembangkan hipotesis bagi penelitian selanjutnya.

3)      Menggali suatu gejala yang masih baru atau belum pernah diketahui sebelumnya.

4)      Mengembangkan gagasan dasar mengenai suatu topic permasalahan baru.

5)      Memberikan dasar bagi penelitian lanjutan.

Aspek yang perlu diperhatikan dalam penelitian eksploratif sebagai berikut:

1)      Mencari dan mengetahui hubungan antara gejala social dan gejala fisik.

2)      Menemukan data empiris mengenai hubungan gejala social atau gejala fisik. Penggunaan empiris bertujuan untuk merumuskan hipotesis yang berkualitas dalam penelitian selanjutnya.

  1. Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang bertujuan menjelaskan penyebab masalah geosfer sesuai fakta yang hasil penelitiannya disajikan dalam bentuk deskripsi. Penelitian deskriptif merupakan kelanjutan penelitian eksploratif. Tujuan penelitian deskriptif adalah menggambarkan alur sistematika dalam pemecahan masalah penelitian yang disajikan dalam bentuk deskripsi.
  2. Penelitian Eksplanatif dilakukan untuk menemukan penyebab permasalahan geosfer dengan cara menguji hipotesis yang telah dirumuskan kemudian melakukan analisis perolehan data. Tujuan penelitian ini adalah menghubungkan pola-pola yang memiliki keterkaitan dan menghasilkan pola hubungan sebab akibat dalam memecahkan permasalahan penelitian.
  3. Berdasarkan Bentuk dan Metode Pelaksanaan
  4. Studi Kasus, merupakan penelitian untuk memecahkan masalah geosfer yang dilakukan dengan cara melalui studi lapangan dan wawancara. Fenomena yang dikaji antara lain meliputi masyarakat, lingkungan dan ekosistem. Misalnya meneliti tentang pembangunan permukiman di pinggiran sungai Code yang berpotensi terkena banjir lahar dingin pada musim hujan dan dapat mengancam keselamatan warganya.
  5. Survei, merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis (kesimpulan sementara) dan mendeskripsikan hubungan antar variable. Kualitas hasil survei bergantung pada representatif (keterwakilan) sampel, tingkat kepercayaan data dan informasi dari responden.
  6. Eksperimen, bertujuan untuk mengetahui pengaruh suatu variable dalam memecahkan suatu masalah. Penelitian ini biasanya membagi subyek penelitian menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control. Misalnya ingin meneliti tentang “pengaruh kebiasaan membaca Al-Qur’an terhadap hasil belajar siswa”. Maka peneliti membagi siswa menjadi dua, yaitu kelompok yang rutin membaca Al-Qur’an (kelompok eksperimen) dan siswa yang jarang membaca Al-Qur’an (kelompok control). Dengan demikian, melalui pengamatan, wawancara dan kuesioner akan terlihat pengaruh kebiasaan membaca Al-Qur’an terhadap hasil belajar siswa. Apakah siswa yang rajin membaca Al-Qur’an hasil belajarnya akan lebih baik? Hasil penelitian akan menunjukkan perbedaan antara kelompok eksperimen dan control.
  7. Berdasarkan Manfaat Penelitian
  8. Penelitian Murni, bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang sudah ada. Penelitian ini dapat merujuk pada penelitian sebelumnya dan dapat pula dijadikan dasar bagi penelitian selanjutnya. Penelitian ini banyak digunakan di lingkungan akademis, misalnya skripsi, tesis dan disertasi. Peneliti diberi kebebasan dalam menentukan masalah yang akan diteliti.
  9. Penelitian Terapan, penelitian ini biasanya merupakan permintaan suatu pihak terhadap peneliti, sehingga peneliti tidak memiliki kebebasan penuh dalam menentukan topic yang akan diteliti. Misalnya, Dinas Perhubungan meminta peneliti untuk melakukan penelitian mengenai jalan di kota Yogyakarta yang rawan macet pada jam kantor untuk kepentingan perencanaan jalur MRT (Mass Rapid Transportation). Jurnal ilmiah merupakan bentuk penelitian terapan.
  1. Berdasarkan Metode Penelitian
  2. Penelitian Kualitatif, merupakan penelitian yang mendeskripsikan atau menggambarkan secara mendalam mengenai hasil pengumpulan data di lapangan. Penelitian kualitatif disajikan dengan deskripsi atau kata-kata. Penelitian ini diterapkan pada beberapa kondisi antara lain:

1)      Masalah penelitian belum tergambar jelas;

2)      Ingin meneliti suatu fenomena secara mendalam;

3)      Ingin memahami interaksi social;

4)      Ingin memahami perasaan orang;

5)      Ingin mengembangkan teori yang sudah ada;

6)      Ingin memastikan kebenaran data, serta

7)      Ingin meneliti sejarah perkembangan.

  1. Penelitian Kuantitatif, penelitian yang menggunakan angka-angka dan statistic dalam analisisnya. Penelitian kuantitatif diterapkan pada beberapa kondisi antara lain:

1)      Masalah dalam penelitian sudah jelas, yaitu sudah ditampilkan pada proposal penelitian dalam bentuk data;

2)      Mencakup populasi yang luas dan banyak;

3)      Ingin mengetahui pengaruh perlakuan tertentu terhadap obyek penelitian;

4)      Ingin menguji hipotesis penelitian.

Penelitian kuntitatif dapat dibedakan menjadi dua: Penelitian kuantitatif deskriptif, yaitu menggambarkan secara sistematis tentang karakteristik populasi dan hasil perolehan data penelitian. Penelitian kuantitatif inferensial, digunakan untuk mengetahui hubungan antar variable dengan pengujian hipotesis.

  1. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

1)      Perspektif Teori

Penelitian kuantitatif berakar pada positivisme dengan penganjur utamanya Auguste Comte dan Emile Durkheim pada abad ke-l9. Para pengikutnya berupaya mencari penyebab suatu fenomena dan hubungannya dengan fenomena lain. Sedangkan penelitian kualitatif berakar pada fenomenologis dengan penganjur Max Weber dan Irwin Deutcher. Pandangan ini berusaha memahami perilaku manusia dari kerangka pikir dan tindak-laku orang-orang itu sendiri.

2)      Pendekatan

Penelitian kuantitatif mengharuskan peneliti untuk mengidentifikasi dan mengontrol variabel, memilih sampel, memberikan perlakuan, dan menganalisis hasil perlakuan. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, peneliti melakukan observasi partisipan sehingga dapat memahami fenomena tertentu.

3)      Tujuan

Penelitian kuantitatif bertujuan untuk memberikan verifikasi dalam pengertian menguji/mengetes teori dengan perantaraan hipotesa dan menggunakan teknik stastistik. Penelitian kualitatif berupaya menemukan ciri-ciri/sifat fenomena dan mengelompokkannya. Dengan demikian diharapkan akan ditemui ‘grounded theory’. Jadi, tujuannya adalah penemuan teori.

4)      Pengumpulan Data

Peneliti kuantitatif memasuki lapangan dengan sikap reduksionalis. Ini berarti baik variabel, sarnpel, hipotesis, maupun data yang dikumpulkan hanyalah yang benar-benar relevan dengan rancangan penelitian. Sebaliknya, peneliti kualitatif mengumpulkan data secara ekspansionalistis agar lebih memudahkannya memahami fenomena yang kompleks secara utuh.

5)      Rancangan/design

Penelitian kuantitatif didesain secara pasti atau ditentukan terlebih dahulu (preoriented) tanpa dapat diubah pada saat penelitian berlangsung (fixed). Sebaliknya, desain penelitian kualitatif bersifat lentur (elastis). Desain dapat berubah sesuai kenyataan di lapangan sehingga juga bersifat emergent.


Sumber: https://ijateng.id/awas-jaringan-wi-fi-rentan-diretas/