Karakteristik Kambing kacang

Ternak merupakan hasil dari suatu proses domestikasi yang pada akhirnya akan terbentuk berbagai bangsa ternak. Ternak di Indonesia berdasarkan proses domestikasinya secara umum dikelompokan sebagai ternak asli dan ternak lokal. Berdasarkan peraturan Menteri Pertanian Nomor: 36/Permentan/ot.140/8/2006 tentang sistem perbibitan ternak nasional ternak asli adalah ternak yang kerabat liarnya berasal dari dan proses domestikasinya terjadi di Indonesia sedangkan ternak lokal adalah ternak hasil persilangan atau introduksi dari luar yang telah dikembangbiakan di Indonesia sampai generasi kelima atau lebih yang teradaptasi pada lingkungan dan atau manajemen setempat. Ternak asli karena berada pada suatu wilayah tertentu dan bersifat lokalitas maka sering pula disebut sebagai ternak local (Kurnianto, 2009).

Domestikasi pada ternak kambing telah menghasilkan 2 rumpun ternak kambing yang dominan di Indonesia yaitu kambing kacang dan kambing etawah. Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia, bentuk badannya kecil sedangkan 41 kambing etawah tubuhnya lebih besar dari kambing kacang (Subandriyo, 2005). Kambing etawah adalah kambing jamnapari dari India, didatangkan untuk meningkatkan mutu genetik dengan jalan upgrading terhadap kambing kacang dengan cara menggaduhkan atau menjual pejantan kambing etawah serta keturunannya kepada petani peternak. Ternak hasil persilangan ini mempunyai besar tubuh serta tipe telinga sangat beragam dan terdapat diantara kambing kacang dan kambing etawah sehingga dikenal sebagai Peranakan Etawah (PE). Menurut Zein dkk (2012) persilangan kambing kacang dan etawah menghasilkan kambing peranakan etawah sebagai hasil persilangan antara kambing etawah dengan kambing kacang yang tampilannya mirip kambing etawah, kambing jawarandu sebagai hasil persilangan antara kambing peranakan etawa dengan kambing kacang dan tampilannya lebih mirip kambing kacang

Selain kambing kacang dan kambing peranakan etawah, beberapa plasma nutfah kambing lokal yang ada di Indonesia yang berhasil dikarakterisasi antara lain kambing marica (Sulawesi Selatan), kambing samosir (Pulau Samosir), kambing muara (Tapanuli Utara), kambing kosta (Banten), kambing gembrong (Bali), kambing benggala (Nusa Tenggara Timur). Diantara kambing lokal Indonesia hasil karakterisasi yang termasuk kategori besar adalah kambing PE dan kambing muara, kategori sedang adalah kambing kosta, gembrong dan benggala, dan kategori kecil adalah kambing kacang, kambing samosir dan kambing marica (Pamungkas dkk, 2009).

sumber :

https://www.ram.co.id/gb-whatsapp-apk/