Keaktifan siswa dapat tercipta dengan langkah sebagai berikut

Keaktifan siswa dapat tercipta dengan langkah sebagai berikut

Keaktifan siswa dapat tercipta dengan langkah sebagai berikut

  1. Siswa ikut secara aktif dalam pelajaran
  2. Sikap positif siswa dalam mengikuti pelajaran
  3. Menggunakan kesempatan baik dalam mengambil keputusan
  4. Sikap guru yang positif dalam mengambil keputusan Dalam hal ini perlu jugadukungan dari semua pihak untuk berlangsungnya kegiatan ekstrakurikuler disamping kegiatan kurikuler.

Kondisi yang mendukung kegiatan Wawasan Wiyata Mandala :

  1.  Menaati tata tertib sekolah
    Tata tertib sekolah disusun secara operasional untuk mengatur tingakah laku dan sikap siswa dan guru serta karyawan. Dalam tata tertib sekolah dikemukakan tentang hal-hal yang diharuskan, dianjurkan dan yang tidak boleh dilakukan dalampergaulan di lingkungan sekolah.
  2.  Hormat dan taat pada guru
    Guru memiliki tugas professional yaitu mendidik dalam rangka mengembangkan keterampilan. Tugas berat guru adalah tugas kemasyarakatan yaitu ikut serta mengembangkan terbentuknya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  3.  Kerjasama antar warga sekolah
    Antara warga sekolah dan masyarakat harus ada saling pengertian dan kerjasama yang erat untuk mengembangkan tugas pendidikan. Kerjasama ini akan menimbulkan saling pengertian dan akan lebih membuka cakrawala pandangan oran tua siswa tentang hal-hal yang menjadi tugas dan tanggungjawab dalam mendidika anaknya.
  4. Sekolah Sebagai Pusat Kebudayaan

Sekolah sebagai pusat budaya, mengandung makna bahwa sekolah harus mentransformasikan kebudayaan kepada para peserta didik tentang masyarakat yang memiliki budaya yang majemuk, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang dianggap baik oleh masyarakat.             Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem yang terdiri dari gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat. Gagasan- gagasan dimaksud di dapat dengan proses yang kemudian dijadikan milik manusia. (Koentjaraningrat, 2009). Pengertian kebudayaan sebagaimana dimaksud pada prinsipnya mengakui adanya ciptaan manusia yang meliputi hasil perilaku manusia yang diperoleh dengan belajar dan kesemuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Di masyarakat, kebudayaan sering dimaknai sebagai hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. (Djoko Widagdo dalam Sujarwo, 1998)

Pendidikan menjadi bagian integral dari suatu kebudayaan dan menjadi proses pembudayaan manusia. Oleh karena itu, pendidikan harus digunakan untuk melakukan transformasi nilai- nilai budaya bangsa dalam rangka mengembangkan budaya Indonesia. Sekolah dapat disebut sebagai pusat kebudayaan jika sekolah dimaksud dapat meningkatkan mutu pendidikan, menciptakan masyarakat belajar dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitar. Jika ditinjau dari hubungan sekolah dengan masyarakat, maka sekolah merupakan partner masyarakat. Sekolah juga menjadi produsen yang melayani customer pendidikan di sekitarnya. Hal ini harus mampu dilakukan secara efektif mengingat keduanya memiliki hubungan rasional, yaitu:

sumber :
https://www.tokoislam.co.id/mitalk-messenger-apk/