Kebiasaan Rasulullah Sebelum Tidur

Kebiasaan Rasulullah Sebelum Tidur

Kebiasaan Rasulullah Sebelum Tidur

Kebiasaan Rasulullah Sebelum Tidur
Kebiasaan Rasulullah Sebelum Tidur

Rasulullah SAW Membaca Ayat-Ayat al-Qur’an sebelum Tidur

Berikut beberapa ayat al-Qur’an yang biasa dibaca oleh Rasulullah Saw. menjelang tidur:
Membaca Ayat Kursi, Membaca dua ayat terakhir dari surat al-BaqaraH.

Selanjutnya, Rasulullah Saw. mengatupkan dua telapak tangan, lalu ditiup dan dibacakan surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Naas, kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Hal ini diulangi sebanyak 3 kali.

Hal tersebut berdasarkan hadits shahih yang iriwayatkan oleh Aisyah Ra., ia berkata: Sesungguhnya, Rasulullah SAW apabila berada di tempat tidurnya, ditiupnya tangan mulutnya kedua telingannya dan dibacanya al-mu’awwidzatain, dan diusapnya badan beliau dengan kedua tangannya itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits lainnya berkenaan dengan ini adalah sebagai berikut:

“Sesungguhnya, Nabi Saw. apabila menempati tempat tidurnya pada tiap malam, beliau himpunkan kedua telapak tangannya, kemudian beliau tiup dengan mulutnya, maka ia baca pada keduanya (surat-surat) qul huwallaahu ahad, qul a’uudzubirabbil falaq, dan qui a’uudzu bir abb in naas. Kemudian, beliau sapukan kedua telapak tangannya itu ke seluruh badan sebatas kemampuannya, dimulai dari kepala, muka, dan bagian badannya sebelah muka. Beliau lakukan sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada dasarnya, masih banyak doa-doa yang biasa dikumandangkan oleh Rasulullah Saw. menjelang tidur. Intinya, beberapa doa dan bacaan al-Qur’an yang disebutkan itu telah cukup memadai untuk kita lakukan agar kita bisa mendapatkan hidup yang berkualitas, sebagaimana tidurnya Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw. Tidak Tidur Melebihi Kebutuhan

Dalam ukuran kesehatan yang sangat berkualitas, pola tidur yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. sangat relevan. Hal ini dibuktikan bahwa beliau tidur tidak berlebihan sekaligus tidak kurang, karena tidur yang kurang maupun lebih sama-sama mempunyai risiko terhadap berbagai penyakit.

Prinsip Rasulullah Saw

Maka, prinsipnya, tidur yang telah dilakukan oleh Rasulullah Saw. ialah yang cepat tidur dan cepat bangun. Beliau tidur pada awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan. dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun, menyimpulkan bahwa orang yang biasa tidur lebih dari 8 jam sehari, memiliki risiko kematian yang lebih cepat. Ini sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Rasulullah Saw. biasa tidur selepas shalat Isya’ untuk kemudian bangun malam, maka jika kita kalkulasi terdapat kesimpulan bahwa beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.

Selain itu, sebuah penelitian lain yang dilakukan di Jerman (2009), merekomendasikan kita untuk memilih waktu tidur selama 8 jam. Ini adalah sebagai batas aman bagi kebutuhan tubuh kita. Waktu tersebut cukup untuk membuat kita tetap tampil bugar serta bisa konsentrasi sepanjang hari, dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang. Tentunya, hal ini sangat sesuai dengan rekomendasi dari Rasulullah Saw.

Sebagaimana diketahui, gangguan tidur atau insomia, menyebabkan seseorang terjaga pada malam hari, merupakan salah satu kondisi yang bisa mempengaruhi kualitas tidur dan aktivitas seseorang setelahnya. Faktanya, banyak orang menderita gangguan tidur, namun sedikit yang menyadarinya.

Dengan mengetahui waktu tidur ideal kita sendiri, hal tersebut merupakan kunci untuk memperoleh tidur yang berkualitas, dan tidur yang berkualitas merupakan cara tidur yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Adalah Carol Ash, salah seorang direktur kesehatan Sleep for Life di Hillsboroughm N.J. dalam sebuah studi yang dilakukan di Inggris, meneliti bahwa seseorang yang secara konstan memiliki intensitas tidur yang kurang (kurang dari 5 jam/hari) memiliki risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi. Kurang tidur juga meningkatkan risiko obesitas, diabetes, depresi, alcoholism, dan lain-lain. Selain itu, sebuah studi pada tahun 2007 yang dilakukan oleh Universitas California, Berkeley, mengonfirmasi bahwa kurangnya waktu tidur atau kuantitas tidur secara langsung mempengamhi area pada otak yang dapat mempengaruhi mood dan konsentrasi.

Kesimpulan

Oleh karena itu, tanda yang paling mudah untuk mengetahui tidur kita berkualitas atau tidak, yakni dengan cara merasakan saat bangun tidur. Apabila kita terbangun dengan perasaan segar atau fresh, itu tandanya kita memiliki tidur yang berkualitas. Begitu juga sebaliknya, jika kita bangun tidur dengan kondisi masih mengantuk atau ingin tidur kembali, tidak fokus, dan sedikit emosi, hal tersebut dapat menjadi tanda kita menderita gangguan tidur. Rasulullah Saw. selalu menawarkan kita untuk tidur yang berkualitas, yakni dengan cara melakukan segala hal yang telah beliau ajarkan, yang sudah terbukti memenuhi standar kesehatan lahir maupun batin.

Anugerah tidur yang nikmat dan berkualitas ini telah Rasulullah Saw. rasakan sepanjang hidup beliau, terbukti, beliau selalu melaksanakan shalat malam mgan sangat teratur, yang menunjukkan beliau selalu dalam kondisi yang bugar dan fresh setelah bangun tidur, tidak mungkin beliau melakukan shalat dengan sedemikian khusyuknya, jika beliau tidak merasakan tidur yang berkualitas.

Baca Juga: