KEINGINAN DAN PENTINGNYA NASABAH BANK SYARI’AH

Nasabah adalah (1) setiap orang yang datang ke bank untuk bertransaksi, (2) setiap  orang yang menelpon ke bank yang mendapatkan informasi dan (3) setiap orang (teman sejawat) yang ada di kantor (satu bagian, bagian lain, atau cabang lain). Pepatah pemasaran mengatakan nasabah adalah raja, maka ia wajib dilayani dengan tulus dan ikhlas.

Nasabah memiliki keinginan-keinginan terhadap bank syari’ah, sehingga nantinya ia menjadi pelanggan bank syari’ah. Keinginan-keinginan yang harapannya dapat diperoleh bank adalah sebagai berikut:

  • Tersenyum kepadanya
  • Disapa dengan ramah
  • Disebut namanya saat komunikasi
  • Didengar dengan baik saat menyampaikan kebutuhan dan kesulitannya
  • Ingin benar-benar dipahami
  • Penjelasan/jalan keluar sesuai dengan keinginannya
  • Akan surprise bila penjelasan atau jalan keluar biasa dilihat lebih dari yang diinginkan
  • Tidak membagi perhatiannya dengan hal-hal lain
  • Cepat, tanggap dan akurat
  • Hal istimewa pada dirinya menjadi pujian
  • Penjelasan pasti mengapa harus menunggu
  • Tidak disalahkan atau didebat
  • Penjelasan logis bila terjadi penolakan
  • Ucapan terimakasih dan kesan akhir yang manis.

Apa pentingnya nasabah bagi bank syari’ah? Pentingnya nasabah bagi bank syari’ah adalah sebagai berikut:

  • Bank ibarat ikan, nasabah ibarat air
  • Nasabah yang membayar gaji kita
  • Membuat kita kehilangan nasabah lain
  • Membantu kita mendapatkan nasabah lain
  • Menentukan ciri bank.
  • Aset perusahaan yang sebenarnya
  • Nasabah tidak tergantug pada kita, tapi kitalah yang bergantung kepadanya.
  • Nasabah bukan penggangu , melainkan merekalah tujuan kita bekerja
  • Kita bukan menolong nasabah , tapi nasabahlah yang menologn kita dengn memberi peluang melayani mereka bekerja
  • Kepuasan/ kebahagiaan nasabah adalah kepuasan/kebahagiaan kita.
  • Untuk menndapatkannya sulit. Menjjadi tidak sulit jika kia lakukan kerja sesuai prosedur yang berlaku.
  1. STRATEGI PEMASARAN BANK SYARI’AH

Setelah kita mengetahui sasaran yang hendak dituju kita harus mengukur dan mengetahui kemampuan dan kelemahan yang dimiliki bank syari’ah dalam menangkap peluang dan meminimalisir ancaman melalui analisis SWOT untuk menentukan strategi yang tepat dalam pencapaian tujuan. Namun sebelum masuk kepada analisis SWOT dan penentuan strategi yang lebih spesifik, maka terlebih dahulu akan diuraikan mengenai strategi umum yang sering digunakan dalam pemasaran yang semuanya akan mengarah pada keunggulan kompetetitif.

Adapun strategi yang dapat kita pilih ada beberapa macam. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Penetrasi Pasar

Strategi ini digunakan bila masih banyak calon konsumen/nasabah yang belum terjangkau didaerah pemasaran kita.

  1. Pengembangan Pasar

Strategi ini dilakukan bila konsumen/nasabah yang telah ada telah dianggap jenuh, atau sasaran konsumen lama sudah tidak dapat ditambah lagi sehingga perlu dicarikan konsumen/nasabah baru yang secara geografis/demografis berbeda dengan pasar yang lama.

  1. Pengembangan Produk

Strategi ini menyangkut perubahan/penyempurnaan dan penambahan produk yang ditawarkan kepada konsumen/nasabah. Hal ini dimaksudkan untuk memperpanjang usia produk yang ditawarkan.

  1. Diversifikasi Produk

Strategi ini merupakan pengembangan produk baru tetapi masih berhubungan dengan produk lama dan ditawarkan kepada pasar yang baru juga.

Dari strategi umum tadi dapat kita jadikan pedoman untuk langkah selanjutnya dan ancaman yang kita hadapi dengan menggunakan analisis SWOT. Secara sederhana Analisis SWOT dan langkah/strategi apa yang akan diambil dapat dibantu dengan menggunakan table berikut ini:

sumber : ‘