Kemajuan Yang Di Capai Kerajaan Mughal di India

Kemajuan Yang Di Capai Kerajaan Mughal di India

Kemajuan Yang Di Capai Kerajaan Mughal di India
Kemajuan Yang Di Capai Kerajaan Mughal di India

a. Dinamika Sosial Keagamaan

Penduduk mayoritas di anak benua India beragama Hindu, Muslim merupakan kelompok minoritas. Mereka tidak membentuk sebuah komunitas tunggal tetapi terdiri dari berbagai kelompok etnik, nasab, dan sejumlah kelas penduduk. Muslim India membentuk sejumlah badan keagamaan berdasarkan persekutuan terhadap mazhab hukum, thariqat sufi, dan persekutuan terhadap ajaran syaikh, ulama, dan wali individual.
Pada dinasti Mughal berkembang Thariqat Naqshabandiyah, Qadiriyah, Thariqat Chistiyah, Akbar mendukung thariqat Chistiyah yang mentolerir beberapa bentuk pemujaan yang dinamakan Din Ilahi, atau agama ketuhanan yang merupakan sintesa antara Hinduisme dan Islam, dimana sang raja dipandang sebagai guru besar dari thariqat tersebut. Thariqat Chistiyah dibentu berdasarkan pandangan religius pribadi sang guru pendiri dan kebaktian pribadi dari pada muridnya.

b. Dinamika Pemerintahan dan Sosial Politik

Sistem pemerintahan dinasti Mughal adalah militeristik. Pemerintah pusat dipegang oleh Sultan yang bersifat diktator. Pemerintah daerah dipegang oleh sipah salar atau kepala komandan, sedangkan sub distrik dipegang oleh faudjar (komandan). Jabatan-jabatan sipil juga memakai jenjang militer dimana para pejabatnya diwajibkan mengikuti latihan militer.
Sistem yang menonjol adalah politik ”Sulakhul” atau toleransi universal, yang diterapkan oleh Akbar. Dengan politik ini semua rakyat India dipandang sama. Mereka tidak dibedakan karena perbedaan etnis dan agama. Secara umum politik “Sulakhul” ini berhasil menciptakan kerukunan masyarakat India yang sangat beragam suku dan keyakinannya. Lembaga yang merupakan produk dari sistem politik “Sulakhul” adalah terciptanya Din Ilahi, yaitu menjadikan semua agama yang ada di India menjadi satu. Tujuannya adalah kepentingan stabilitas politik. Dengan adanya penyatuan agama ini diharapkan tidak terjadi permusuhan antar pemeluk agama. Usaha lain Akbar adalah membentuk mansabdharis, yaitu lembaga public service yang berkewajiban menyiapkan segala urusan kerajaan, seperti menyiapkan sejumlah pasukan tertentu. Lembaga ini merupakan satu kelas penguasa yang terdiri dari berbagai etnis yang ada, yaitu Turki, Afghan, Persia dan Hindu.

c. Bidang Ekonomi dan Keuangan

Pada masa kerajaan ini dikenal beberapa macam pajak seperti pajak atas tanah, bea cukai dan lain-lain. Selain itu kontribusi Mughal di bidang ekonomi adalah memajukan pertanian terutama pertanian untuk tanaman padi, kacang, tebu, rempah-rempah, tembakau dan kapas. Di samping pertanian, pemerintah juga memajukan industri tenun berkembang menjadi pabrik tekstil pada masa Aurangzeb.

Baca Juga: Ayat Kursi

d. Dinamika Intelektual (Pendidikan dan Pengetahuan)

Dinasti Mughal juga banyak memberikan sumbangan di bidang ilmu pengetahuan. Sejak berdiri dinasti ini banyak ilmuwan yang datang ke India untuk menuntut ilmu pengetahuan, bahkan istana Mughal pun menjadi pusat kegiatan kebudayaan. Pada masa Mughal, tiap-tiap masjid memiliki lembaga tingkat dasar yang dikelola oleh seorang guru.
Pada masa Syah Jehan didirikan sebuah perguruan tinggi di Delhi. Jumlah ini semakin bertambah ketika pemerintah dipegang oleh Aurangzeb. Di bidang ilmu agama berhasil dikodifikasikan hukum Islam yang di kenal dengan sebutan fatawa I Alamgiri.
Dokter-dokter pengarang besar abad 17 pada masa Mughal India adalah Dara Shukuh yang mengarang kedokteran Dara Shukuh, yang merupakan ensiklopedia medis besar terakhir dalam Islam. Ia juga dikenal sebagai seorang sufi.

e. Bidang Arsitektur , Bahasa dan Sastra

Hasil karya seni dan arsitektur Mughal sangat terkenal dan bisa dinikmati sampai sekarang. Cirri yang menonjol dari arsitektur Mughal adalah pemakaian ukiran dan marmer yang timbul dengan kombinasi warna-warni. Bangunan yang menunjukkan cirri ini antara lain : benteng merah (Lah Qellah,), istana-istana makam kerajaan dan yang paling mengagumkan adalah Taj Mahal.29 Taj Mahal adalah kuburan isteri Syah Jehan yang meninggal terlebih dahulu. Kemudian dia juga dikuburkan disana setelah wafat.

Bahasa Urdu pernah dijadikan bahasa ilmu pengetahuan, diantaranya karangan Ikhwanus Shofa disalin ke dalam bahasa Urdu. Bahasa Urdu ini kemudian banyak dipakai di India dan Pakistan hingga sekarang. Sastrawan Mughal yang terkenal adalah Malik Muhammad Jayashi, dengan karya monumentalnya Padmavat, sebuah karya alegoris yang mengandung kebajikan jiwa manusia. Sastrawan lain adalah Abu Fadhl yang juga sejarawan. Karyanya berjudul Akbar Nama dan Ain-I-Akhbari, yang mengupas sejarah Mughal berdasarkan figur pimpinannya.