Kemenpora Ajak Anak Muda Kembangkan Jiwa Kewirausahaan

Kemenpora Ajak Anak Muda Kembangkan Jiwa Kewirausahaan

Kemenpora Ajak Anak Muda Kembangkan Jiwa Kewirausahaan

Kemenpora Ajak Anak Muda Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Kemenpora Ajak Anak Muda Kembangkan Jiwa Kewirausahaan

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengajak anak-anak muda khususnya

yang masih duduk di bangku kuliah untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak awal guna melatih kreativitas dan inovasi dalam suatu karya.

Hal itu menjadi inti dari Kuliah Kewirausahaan Pemuda 2019: Kerjasama Kemenpora dengan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) di Kampus 2 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Bintaro Jakarta, Kamis (27/6/2019). Dalam hal ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis bekerja sama dengan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni’am Sholeh yang menekankan kemandirian bangsa dibangun oleh wirausaha.

Menurut Asrorun dalam membangun jiwa kewirausahaan di dunia nyata, ada baiknya para mahasiswa itu bisa mengenali dan membangun potensi enterpreneur yang dimiliki seseorang sejak awal. Diakui bahwa setiap manusia terlahir memiliki bakat dan keunikan, tapi tidak semua anak muda mampu mengaktualkan potensinya.

“Di sinilah peran kami Kemenpora untuk mengaktualkan potensi itu melalui kuliah kewirausahaan

ini secara besar-besaran yang bekerja sama dengan beberapa kampus ternama di Indonesia. Setelah minat dan bakat itu tumbuh, diharapkan mereka berani memulai wirausaha dengan kekuatan yang dimiliki,” ujar dia di hadapan para mahasiswa dan dosen.

Jiwa wirausaha bisa muncul dari berbagai disiplin ilmu baik itu sosial, politik, hukum, tehnik, ekonomi dan lainnya. Tentunya dipadu dengan jiwa kewirausahaan dan ditandai kreativitas, inovasi, kolaborasi, team work dan integritas, maka mereka sudah mandiri dari sisi potensi yang berani memulai, ujarnya.

Ketika lembaga usaha dan orang lain belum percaya, lanjutnya, maka pemerintah melalui Kemenpora hadir membantu memberikan bantuan permodalan dan dukungan, dan setelah itu dijembatani dengan lembaga permodalan, lalu penghargaan agar lebih besar tumbuhnya lebih berjejaring dengan lembaga-lembaga usaha yang sudah mapan agar bisa lebih maju.

“Di Kampus Prof Dr Moestopo (Beragama) ini sudah memiliki komitmen yang memberi

dukungan bagi mahasiswanya dengan menciptakan iklim yang kondusif untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Dengan disiplin ilmu yang mayoritas Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hal ini relevan dan linier. Saya kira ini jadi salah satu daya dukung. Secara umum kita punya optimisme bahwa Indonesia ke depan akan menjadi kuat dengan anak-anak muda yang kreatif inovatif di jiwa kewirausahaannya,” ungkap Asrorun.

Asdep Kewirausahaan Pemuda Kemenpora, Imam Gunawan menambahkan generasi muda sekarang mau maju dengan ingin menjadi seorang pengusaha dengan belajar kewirausahaan. Bibit wirausaha di kampus Moestopo ini sudah terlihat dan berani tampil di depan menampilkan karyanya.

“Sudah ada 10 orang yang sudah memulai usaha meski dari berbagai disiplin ilmu mampu menunjukkan tingkat wirausaha dan tetap berusaha meningkatkan kapasitasnya. Hal ini tentu menjadi sesuatu kekuatan baru keinginan semangat belajar guna mengembangkan lagi agar bisa lebih sukses ke depannya,” jelasnya.

“Harapan saya manfaatkanlah segala macam kemudahan yang sudah saat ini seperti infrastruktur dan segala fasilitas yang tersedia di sekitar kita mulai dari sisi IT, kebijakan, pemihakan berbagai lembaga swasta,sosial dan lainnya. Kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan, kita akan sangat rugi,” tambahnya.

 

Sumber :

http://riskyeka.web.ugm.ac.id/sejarah-rajapatih-makasar-kebo-parud/