Kerajaan Bacan

Raja pertama dari Kerajaan Bacan adalah Sultan Zainul Abidin yang memeluk agama Islam sejak 1521. Dalam kerajaan Bacan, seorang raja dalam pemerintahannya didampingi oleh seorang Mangkubumi. Wilayah kekuasaanya meliputi; Kepulauan Bacan, Obi, Waigeo, Solawati dan Irian Barat (Papua).
Raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Jailolo yaitu; Sultan Darajati, Fataruba, Tarakabun, Nyiru, Yusuf, Dias, Bantari, Sagi dan Sultan Hasanuddin (memeluk Islam).

3. Kerajaan Ternate

Pada awalnya penduduk Ternate (Pulau Gapi) merupakan warga eksodus dari Halmahera. Awalnya, di Ternate, terdapat empat kampung yang masing-masing dikepalai oleh seorang momole (kepala marga). Mereka itulah yang mengadakan hubungan dengan para pedagang yang datang dari segala penjuru untuk mencari rempah-rempah. Mereka jugalah yang mendirikan kerajaan Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo. Penduduk ternate semakin ramai sebab banyaknya para pedagang yang bermukim disana, mulai dari pedagang arab, jawa, melayu dan tionghoa. Dengan hal ini, menyebabkan datangnya para perampok sehingga muncullah ide para momole untuk mengangkat seorang raja tunggal.
Raja terpilih yaitu Baab Mashur Malamo beliau menjadikan kerajaan gapi berpusat di kampung ternate sehingga orang-orang lebih suka mengatakan kerajaan ternate. Berkembangnya kerajaan Ternate menimbulkan iri hati terhadap kerajaan di sekelilingnya. Timbullah sengketa antara Ternate dan Tidore., Bacan dan Jailolo. Dengan hal ini,maka diadakan sebuah persetujuan yaitu Persetujuan Motir. Persetujuan ini menyatakan bahwa Raja Jailolo akan menjadi raja utama, sebab ialah raja tertua, diikuti raja Ternate, Tidore dan Bacan. Hal ini tidak berlangsung lama, sebab Ternate berhasil menempatkan diri sebagai raja utama. Pada akhir abad ke-16, Ternate berhasil meluaskan wilayah kekuasaannya.
Islam masuk di kerajaan Ternate pada waktu masa Raja Zainal Abidin yang sempat belajar di Giri. Kemudian, setelah ia kembali di Maluku, ia bertemu dengan Patih Puta yang sudah menganut agama Islam. Kemudian, mereka bekerja sama dengan Mubaligh Datuk Mulia Husin untuk mengembangkan Islam sampai ke Kerajaan Jailolo. Tak lama kemudian, Portugis datang ke Maluku. Hal ini membangkitkan pertentangan di Ternate, baik dari segi perdagangan maupun persaingan agama. Portugis membawa agama Kristen yang ditanamkan oleh Franciscus Xaverius kepada rakyat Maluku. Dengan hal ini, mengakibatkan orang-orang Tidore bisa bersatu dengan Ternate untuk melawan Portugis sehingga jatuhlah Benteng Portugis pada tahun 1575.
sumber :