Komposisi Semen Ionomer Kaca

Semen ionomer kaca terdiri dari bubuk dan cairan yang dapat mengeras setelah dilakukan manipulasi.

  1. Komposisi Bubuk

            Bubuk Semen Ionomer Kaca adalah kaca alumina-silikat. Walaupun memiliki karakteristik yang sama dengan silikat tetapi perbandingan alumina-silikat lebih tinggi pada semen silikat (Anusavice, 2003).

  1. Komposisi Cairan

            Cairan yang digunakan semen Ionomer Kaca adalah larutan dari asam poliakrilatdalam konsentrasi kira-kira 50%. Cairan ini cukup kental cenderung membentuk gel setelah beberapa waktu. Pada sebagian besar semen, cairan asam poliakrilat adalah dalam bentuk kopolimer dengan asamitikonik, maleic atau asam trikarbalik. Asam-asam ini cenderung menambah resktifitas dari cairan, mengurangi kekentalan dan mengurangi kecenderungan membentuk gel (Anusavice, 2003).

            Asam tartarik juga terdapat dalam cairan yang memperbaiki karakteristik manipulasi dan meningkatkan waktu kerja, tetapi memperpendek pengerasan. Terlihat peningkatan yang berkesinambungan secara perlahan pada kekentalan semen yang tidak mengendung asam tartaric. Kekentalan semen yang mengandung asam tartaric tidak menunjukkan kenaikan kekentalan (Anusavice, 2003).

            Ketika bubuk dan cairan semen ionomer kaca dicampurkan, cairan asam akan memasuki permukaan partikel kaca kemudian bereaksi dengan membentuk lapisan semen tipis yang akan mengikuti inti. Selain cairan asam, kalsium, aluminium, sodium sebagai ion-ion fluoride pada bubuk semen ionomer kaca akan memasuki partikel kaca yang akan membentuk ion kalsium (Ca2+) kemudian ion aluminium (Al3+) dan garam fluor yang dianggap dapat mencegah timbulnya karies sekunder. Selanjutnya partikel-partikel kaca lapisan luar membentuk lapisan (Anusavice, 2003).

2.3 Sifat semen ionomer Kaca

  1. Sifat Fisis

1)      anti karies ion fluor yang dilepaskan terus menerus membuat gigi lebih tahan terhadap karies.

2)      Termal ekspansi sesuai dengan dentin dan enamel

3)      Tahan terhadap abrasi, ini penting khususnya pada penggunaan dalam restorasi dari groove (Power, 2008).

  1. Sifat Mekanis

1)      Compressive strength: 150 Mpa, lebih rendah dari silikat

2)      Tensile strength : 6,6 Mpa, lebih tinggi dari silikat

3)      Hardness : 4,9 KHN, lebih lunak dari silikat

4)      Frakture toughness : beban yang kuat dapat terjadi fraktur (Power, 2008).

Sumber :

https://businessnews.id/star-girl-apk/