Konsep Nostalgia

usai lebaran 1436 di sebuah kota di jawa tengah, kami diundang oleh patricia yang ingin mendesain rumahnya. tanahnya berada di kawasan pemukiman, sepertinya dia baru saja membeli tanah seluas 2000 m2 di belakang rumahnya.

Dalam diskusi kami, dia menginginkan gedung satu lantai dengan konsep yang dapat menginspirasi masa sekolah lamanya di Australia.

hmmm panggilan yang bagus …

Perhatikan letak lahan yang terisolir dari lingkungan, karena modelnya seperti botol dengan akses yang tidak terlalu luas dibandingkan dengan lahan yang dimiliki.

“TINGGAL DI TAMAN”

Denah persegi adalah bentuk paling nyaman untuk menikmati lanskap. Tentu hal ini dimungkinkan karena lahan yang ada terisolasi dari lingkungan. tidak ada orientasi luar selain akses.

akses kendaraan melalui kawasan hunian yang kemudian bertemu dengan drop-off area yaitu kawasan semi terbuka dengan suasana landscape yang merupakan bagian dari hospitality hub.

bangunan horizontal dengan atap hijau untuk mengurangi suhu dalam ruangan. Bangunannya memberikan kesan transparan, interior ruangnya terkesan kurang berbatasan dengan taman di sekitar rumah.

pelataran dalam dengan diameter 18 m, dengan orientasi ruang dalam, dibatasi oleh kaca tanpa bingkai.

area kolam, terletak pada sumbu lingkaran, dikelilingi oleh area treadmill.

Luas total rumah adalah 714 m2. di sisi barat, kami menyangganya agar matahari tidak langsung masuk ke dalam rumah.

LIVING IN THE GARDEN hanyalah sebuah metafora yang menyampaikan konsep tentang lingkungan yang ada.