Latar Belakang

Pada awal tahun 1970-an berbicara mengenai penelitian agama dianggap tabu. Orang akan berkata : kenapa agama yang sudah begitu mapan mau diteliti, agama adala wahyu Allah. Sikap serupa terjadi di Barat. Dalam pendahuluan buku Seven Theories Of Religion dikatakan, dahulu oramg Eropa menolak anggapan adanya kemungkinan meneliti agama. Sebab, antara ilmu dan nilai, antara ilmu dan agama (kepercayaan) tidak bisa disinkronkan[1]

Kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin. Petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, sebagaimana terdapat didalam sumber ajarannya, Al-Qur’an dan Hadits, tampak amat ideal dan agung. Islam mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progesif, menghargai  akal pikiran dan pengembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, bersikap seimbang dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual. Senantiasa mengembangkan kepedulian sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka, demokratis, berorientasi pada kualitas, mencintai kebersihan, mengutamakan persaudaraan, berakhlak mulia dan bersikap positif lainnya

Metodologi Studi Islam merupakan sebuah mata kuliah yang berupayamengkaji Islam dengan wilayah tentang materi ajaran agama dan fenomena yang terjadi pada agama Islam. Studi-studi agama dewasa ini mengalami perubahan orientasi yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan kajian-kajian agama sebelum abad ke-19. Umumnya pengkajian agama sebelum abad ke-19 memiliki beberapa karakteristik yang antara lain, sinkritisme, penemuan arca baru, dan untuk kepentingan misionari dipicu oleh semangat dan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga orientasi dan metodologi studi Islam mengalami perubahan.

Adapun studi Islam sendiri merupakan ilmu keislaman mendasar. Dengan studi ini, pemeluknya mengetahui dan menetapkan ukuran ilmu, iman dan amal perbuatan kepada Allah SWT. Diketahui pula bahwa Islam sebagai agama yang memiliki banyak dimensi yaitu mulai dari dimensi keimanan, akal fikiran, politik ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan hidup, dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk memahami berbagai dimensi ajaran Islam tersebut jelas memerlukan berbagai pendekatan yang digali dari berbagai disiplin ilmu. Selama ini Islam banyak dipahami dari segi teologis dan normative.

  1. Rumusan Masalah

  2.  Memahami Metodologi Studi Islam?
  3. Bagaimana cara memahami Metodologi Studi Islam?
  4. Sejauh mana perkembangan pemahaman Metodologi Studi Islam ?
  1. Tujuan Penulisan
  2. Untuk memahami Metodologi Studi Islam
  3. Untuk mengetahui cara memahami Metodologi Studi Islam
  4. Untuk Sejauh mana perkembangan pemahaman Metodologi Studi Islam
  1. Manfaat Penulisan
  2. Manfaat Teoritis
  3. a)Bagi penulis, berharap dengan makalah ini akan mampu menambah wawasan, serta lebih mengerti dan memahamitentang pengertian metode dan metodologi, aspek-aspek studi islam, serta mengetahui arti penting penggunaan metodologi dalam studi islam.
  4. b)Bagi jurusan PAI, makalah ini dapat memberian sumbangan pemikiran bagi studi Islam.
  5. Manfaat Praktis
  6. a)Dengan mempelajari, memahami, mehayati, sampai kepada pengimplementasian kandungan tentang pengertian metodologi studi islam maka akan memberikan wawasan yang lebih longgar dan luas, dengan piranti tersebut mendorong kepada kita agar selalu berada diatas kebenaran islam.
  7. b)Bagi pembaca, makalah ini diharapkan dapat memberikan sumbangan kepustakaan yang merupakan informasi tambahan yang berguna bagi pembaca dan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pihak yang yang mempunyai permasalahan-permasalahan yang sama.

sumber :

Delicious – True Love 25.88 Apk + Data for android