Macam-macam Takdir dan Kaitannya Dengan Perkembangan Islam

Macam-macam Takdir dan Kaitannya Dengan Perkembangan Islam

Macam-macam Takdir dan Kaitannya Dengan Perkembangan Islam

Macam-macam Takdir dan Kaitannya Dengan Perkembangan Islam
Macam-macam Takdir dan Kaitannya Dengan Perkembangan Islam

1. Takdir Azali

Meliputi segala hal dalam 50.000 tahun sebelum terciptanya langit dan bumi, ketika Allah menciptakan Al Qalam dan memerintahkannya menulis segala apa yang ada sampai hari kiamat.

2. Takdir Umuri

Takdir yang diberlakukan atas manusia pada awal penciptaannya, ketika pembentukan air sperma sampai pada masa sesudah itu dan bersifat umum, rezeki, perbuatan, kebahagiaan dan kesengsaraan.

3. Takdir Sanawi

Takdir yang dicatat pada malam lailatul qadar setiap tahun. Pada malam itu ditulislah semua apa yang bakal terjadi dalam 1 tahun, mulai dari kebaikan, keburukan, rezeki, ajal dan lain-lain.

4. Takdir Yaumi

Dikhususkan untuk semua peristiwa yang telah ditakdirkan dalam 1 hari, mulai dari penciptaan, rezeki, menghidupkan, mematikan, mengampuni dosa, dan menghilangkan kesusahan dan sebagainya.

D. Iman Kepada Qadha dan Qadar Kaitannya dengan Perkembangan Islam

Menurut Abdul Mudhaffar Ibnus Sam’ani, cara mengetahui adanya qadha dan qadar, ialah melalui Al-Qur’an dan sunnah, bukan logika dan akal. Maka barang siapa tidak berpegang kepada Al-Qur’an dan as Sunnah, ia sesat dalam laut keheranan, tidak dapat menemukan penawar yang menyejukkan, mententramkan jiwa. Karena qadar itu adalah rahasia Allah, yang hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Allah menyembunyikan rahasia-rahasia itu dari penglihatan manusia dan ilmu mereka. Karena ada hikmat yang Allah sendiri yang mengetahuinya. Nabi dan malaikat tidak dapat mengetahuinya.
Perkataan ini sepintas lalu dapat dikatakan bertentangan awalnya dengan akhirnya. Akan tetapi pertentangan itu hilang apabila kita mengetahui mengenai qadha dan qadar ini. Dan dikehendaki dengan akhir ketetapan ini ialah apa yang Allah telah tetapkan bagi setiap makhluk-Nya.
Ringkasnya, hendaklah kita cukupi dalam masalah ini apa yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan as sunnah, tidak membahasnya lebih lanjut lagi, karena akan membawa kepada sesuatu yang sebenarnya tidak dapat diketahui akal manusia dan tidak ada kaitannya dengan kebahagiaan kehidupan manusia di dunia ini ataupun di akhirat.
Sahabat-sahabat Rasulullah saw telah mencukupi dengan dalil-dalil yang diperoleh dari Al-Qur’an dan as sunnah. Dengan berpegang kepada Al-Qur’an dan as sunnah, mereka disegani. Keimanan mereka kepada qadar, sedikitpun tidak menghalangi mereka berusaha untuk mencapai kemajuan dunia dan kebajikan akhirat. Bahkan keimanannya kepada qadar, menambah keberanian mereka dalam berjuang mengembangkan agama Allah.

Baca Juga: