Mahasiswa dan Masyarakat Ekonoi Asean (MEA)

Tahun 2015 ini pendidikan di Indonesia kembali dihadapkan dengan rencana dari MEA. Konsep MEA dalam dunia pendidikan merupakan penyesuaian pendidikan dengan kebutuhan pasar. Pada hakekat pendidikan yang ada di Indonesia bertolak belakang dari orientasi pendidikan itu sendiri. Karena pendidikan pada dasarnya berguna untuk menciptakan peradaban masyarakat Indonesia yang maju melalui pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) untuk memberdayakan pengelolahan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).

Pemerintahan Indonesia telah mempersiapkan pendidikan agar dapat menyambut  MEA tahun 2015 ini. Hal ini dapat kita saksikan sendiri dari dimulainya penerbitan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres RI) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang telah ditetapkan pada tanggal 17 Januari 2012 yang lalu. Untuk menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan RI (Permen) Nomor 73 tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi yang telah disahkan pada tanggal 13 Juni 2013 lalu. Jika dilihat, pemerintah Indonesia selama 3 tahun ini telah mempersiapkan Perguruan Tinggi untuk menyambut MEA dan penjabaran pelaksanaan Peraturan Presiden yang diterjemahkan dengan Peraturan Menteri menjelang berlakunya MEA tahun 2015. Peraturan pendidikan ini mempunyai semangat untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap untuk menjadi tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri. Dengan melihat peraturan yang dibuat oleh pemerintah, pemerintah terus mendorong pendidikan indonesia, khususnya pendidikan tinggi untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi dalam membangun kemandirian dan kedaulatan di Indonesia

Dengan adanya aturan pemerintah, lembaga pendidikan harus terus didorong untuk memaksimalkan lahirnya tenaga-tenaga kerja yang siap bekerja pada industri dalam negeri maupun luar negeri. Pendidikan tidak lagi menjadi proses pemerdekaan manusia untuk membangun sejarah dan peradaban yang maju. Akan tetapi,  pendidikan hanya menjadi proses menciptakan manusia-manusia seperti robot yang bekerja pada tuannya tanpa memikirkan kemajuan bangsa dan rakyatnya. Sehingga pendidikan tidak mengubahnya menjadi pabrik untuk melahirkan komoditi tenaga kerja semata saja yang melayani dan memberikan keuntungan bagi negara-negara maju yang berinvestasi di Indonesia. Pendidikan hanya diarahkan untuk beradaptasi pada kebutuhan pasar tanpa adanya nilai-nilai yang menanamkan semangat membangun kemandirian dan kedaulatan Republik Indonesia.

Dengan melihat hal demikian, maka akan berpengaruh terhadap mas

baca juga :