Masih Ada Diskriminasi Umur dan Gender dalam Pendidikan Indonesia

Masih Ada Diskriminasi Umur dan Gender dalam Pendidikan Indonesia

Masih Ada Diskriminasi Umur dan Gender dalam Pendidikan Indonesia
Masih Ada Diskriminasi Umur dan Gender dalam Pendidikan Indonesia

Pemerintah telah memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan strata

(S2-S3) secara gratis melalui program beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 18/KMK.05/2012 tanggal 30 Januari 2012.
Dalam persyaratan umum beasiswa LPDP tersebut disyaratkan: “Persyaratan khusus mewajibkan memenuhi ketentuan batas usia pendaftar per 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu: (a) pendaftar jenjang pendidikan magister berusia paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun, (b) pendaftar jenjang pendidikan doktoral berusia paling tinggi 40 (empat puluh) tahun (https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa-reguler-2/).
Diskriminasi Berbasis Umur dan Gender
Dalam proses seleksi LPDP tersebut tentu saja melanggar hak asasi manusia (HAM) sebagai berikut:
a. Diskriminasi berbasis umur terjadi dalam proses seleksi LPDP, menyebabkan ketidakadilan berbasis gender. Diasumsikan bahwa rata-rata perempuan Indonesia setelah kuliah S1 baru memulai kariernya di usia di atas 25 dan 30 tahun, mereka kemudian menikah dan beberapa perempuan belum memikirkan untuk melanjutkan jenjang pendidikan lanjutan ke S2 dan S3 karena berkonsentrasi pada karier dan masalah lainnya.
ADVERTISEMENT

Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan

(Convention on the Elimination of all Forms of Discrimination Against Women, disingkat CEDAW) telah menyebutkan pelarangan diskriminasi berbasis umur yaitu:
“Age discrimination and ageism are rife and continue to be tolerated in all parts of the world”
b. Beberapa pasal-pasal perundang-undangan yang melarang diskriminasi sebagai berikut:

Pasal 4 (1) UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa “Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.

Pasal 1 (angka 3) UU No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

yang menyebutkan “Diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik, yang berakibat pengurangan, penyimpangan, atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan, atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya dan aspek kehidupan lainnya”.

ADVERTISEMENT

Pasal 11 UU No 39/1999 menyebutkan : “Setiap orang berhak atas pemenuhan kebutuhan dasarnya untuk tumbuh dan berkembang secara layak”.

Pasal 13 UU No 39/1999 berbunyi “Setiap orang berhak untuk mengembangkan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya sesuai dengan martabat manusia demi kesejahteraan pribadinya, bangsa dan umat manusia”.

Belajar dari Beasiswa Pemerintah Australia
Kita perlu belajar dari beasiswa Australia Awards yang tidak mencantumkan persyaratan batas umur dan zero diskriminasi dalam proses seleksi.
Bahkan beasiswa Pemerintah Australia mempunyai pasal tersendiri tentang “inklusi sosial” yang berbunyi :

“Social Inclusion; the Australian Government is strongly committed to being at the forefront of efforts to empower women, promote gender equality and instil rights of people with disability. Social inclusion continues to be advanced across all efforts in the aid program, in foreign policy efforts and in economic diplomacy. Reflecting this commitment, Australia Awards Scholarship supports equal opportunity and access to women and people with disability. Women, people living with disability and people living in rural areas are strongly encouraged to apply for an Australia Awards Scholarship and for other Australia Awards and Global Alumni activities in Indonesia. Each year Australia Awards reviews its support programs for people from disadvantaged groups to ensure the support is targeted, successful and sustainable.”
ADVERTISEMENT
Terjemahannya sebagai berikut:
Pasal “Inklusi Sosial; Pemerintah Australia sangat berkomitmen menjadi yang terdepan dalam upaya memberdayakan perempuan, mempromosikan kesetaraan gender dan menanamkan hak-hak penyandang disabilitas. Inklusi sosial terus ditingkatkan di semua upaya dalam program bantuan, kebijakan luar negeri dan dalam diplomasi ekonomi. Refleksi dari komitmen ini, maka Beasiswa Australia Awards mendukung kesempatan dan akses yang setara bagi perempuan dan penyandang disabilitas. Perempuan, penyandang, dan orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan sangat dianjurkan untuk melamar beasiswa Australia Awards dan jenis beasiswa Australia lainnya serta kegiatan Global Alumni di Indonesia. Setiap tahun Australia Awards meninjau program dukungannya untuk orang-orang dari kelompok yang kurang beruntung untuk memastikan target dukungan tersebut berhasil dan berkelanjutan”.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/