Materi Pendidikan Pada Masa Abbasiyah

Materi pendidikan dasar pada masa daulat Abbasiyah terlihat ada unsur demokrasinya, disamping materi pelajaran yang bersifat wajib (ijbari) bagi setiap murid juga ada materi yang bersifat pillihan (ikhtiari).Hal ini tampaknya sangat berbeda dengan materi pendidikan dasar pada masa sekarang.Di saat sekarang ini materi pendidikan tingkat dasar dan menengah semuanya adalah materi wajib, tidak ada materi pilihan.Materi pilihan baru ada pada tingkat perguruan tinggi.

Menurut Mahmud  Yunus dalam bukunya “Sejarah Pendidikan Islam”, yang dikutip oleh Suwito menjelaskan tentang materi pelajaran yang bersifat wajib (ijbari) sebagai berikut :

  1. a)Al-Qur’an
  2. b)Shalat
  3. c)Do’a
  4. d)Sedikit ilmu nahwu dan bahasa arab (maksudnya yang dipelajari baru pokok-pokok dari ilmu nahwu dan bahasa arab belum secara tuntas dan detail).
  5. e)Membaca dan menulis

Sedangkan materi pelajaran ikhtiari (pilihan) ialah ;

  1. a)Berhitung
  2. b)Semua ilmu nahwu dan bahasa arab (maksudnya nahwu yang berhubungan dengan ilmu nahwu dipelajari secara tuntans dan detail);
  3. c)Syair-syair
  4. d)Riwayat/ Tarikh Arab.[18]
  1. Tokoh-Tokoh/ Ilmuwan Masa Abbasiyah

Sejak upaya penerjemahan meluas, kaum muslim dapat mempelajari ilmu-ilmu itu langsung dalam bahasa arab sehingga muncul sarjana-sarjana muslim yang turut memperluas peyelidikan ilmiah, memperbaiki atas kekeliruaan pemahaman kesalahan pada masa lampau, dan menciptakan pendapat-pendapat atau ide baru.Untuk mengungkap rahasia alam, para ilmuan mulai mencari manuskrip-manuskrip klasik peninggalan ilmuwan Yunani Kuno, seperti karya Aristoteles, Plato, Socrates, dan sebagainya.Manuskrip-manuskrip tersebut kemudian dibawa ke Baghdad, lalu diterjemahkan dan dipelajari di perpustakaan yang merangkap sebagai lembaga penelitian, Baitul Hikmah, sehingga melahirkan pemikiran-pemikiran baru. Tokoh-tokohnya antara lain sebagai berikut :

  1. Bidang filsafat antara lain tercatat:  Al-Farabi, banyak menulis buku tentang filsafat, logika, jiwa, kenegaraan, etika, dan interpretasi terhadap filsafat Aristoteles. Ibnu Sina (Avicenna) juga mengarang tentang buku filsafat yang terkenal diantaranya ialah al Syifa dan Ibnu Rusyd banyak berpengaruh di Barat lebih dikenal dengan nama (Averroes), sehingga disana terdapat aliran yang disebut dengan Averroisme.[19]
  2. Bidang Kedokteran  : Ibnu Sina (Avicenna), bukunya yang fenomenal yaitu al-Qanun fi al-Tiib. Ia juga berhasil menemukan sistem peredaran darah pada manusia. Al-Thabari, Ar-Razi (Rhazes).
  3. Bidang ilmu fiqih terkenal nama Abu Hanifah, Malik bin Anas, Al-Syafi’ie, dan Ahmad bin Hanbal.
  4. Bidang ilmu kalam ada Washil bin Atha, Ibnu Huzail, Al-Asy’ari, dan Maturidi.
  5. Bidang ilmu Tafsir adaIbn Jarir ath -Thabari dan Zamakhsyari.
  6. Bidang lmu hadits, yang paling populer adalah Bukhari dan Muslim.
  7. Bidang ilmu tasawuf terdapat Rabi’ah Al- Adawiyah, Ibnu ‘Arabi, Al-Hallaj, Hasan al-Bashri, dan Abu Yazid Al-Bustami.[20]
  8. Sejak Akhir abad ke-10, muncul sejumlah tokoh wanita dibidang ketatanegaraan dan politik seperti Khaizura, Ulayyah, Zubaidah, dan Bahrun. Di bidang kesusastraan dikenal Zubaidah dan Fasl. Di bidang Sejarah, muncul Shalikhah Shuhda. Di bidang kehakiman, muncul Zainab Umm Al Muwayid. di bidang seni musik, Ullayyah dikenal dan sangat tersohor pada waktu itu.

baca juga :