Mengenal Salman Sang Penghafal Alquran

Mengenal Salman Sang Penghafal Alquran

Mengenal Salman Sang Penghafal Alquran

Mengenal Salman Sang Penghafal Alquran
Mengenal Salman Sang Penghafal Alquran

Menempuh pendidikan merupakan hak dan kewajiban setiap anak di Indonesia tanpa terkecuali,

begitupun dengan salah seorang penghafal Alquran, Ahmad Abdurrahman Salman. Berbeda dengan siswa pada umumnya yang memilih pendidikan formal di sekolah menengah atas (SMA)/sederajat, lelaki kelahiran 18 tahun lalu ini lebih memilih menjadi penghafal Alquran.

Karena berasal dari keluarga yang lekat dengan budaya pesantren, membuat Salman lebih tertarik belajar ilmu agama. Akhirnya Salman pun memilih menimba ilmu di Pesantren Madinatul Ulum Bandung, Ciwidey, Jawa Barat. Di pesantren ini terdapat dua jurusan, yakni jurusan kitab dan jurusan Alquran. Selain itu, ada juga pelajaran bahasa Arab, ilmu fikih, nahwu, dan shorof. Bagi santri yang akan mengikuti ujian paket/ ujian nasional (UN) untuk kesetaraan, pihak pesantren akan mendatangkan guru guna memberikan persiapan menjelang ujian.

Menjalani kehidupannya di pesantren selama 6 tahun dan perjuangannya menghafal Alquran

selama 2,5 tahun, membuat Salman semakin mencintai aktivitasnya

“Karena saya memilih jurusan Alquran maka sehari-hari saya menghafal quran. Kegiatan sehari-hari di pesantren memang untuk memaksimalkan hafalan. Diawali salat subuh, kemudian belajar lantas membersihkan pesantren. Setelah itu istirahat, lalu kembali belajar dan menghapal,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (22/5/2019).

Untuk proses menghafal, Salman menggunakan metode dengan membaca Alquran secara berulang.

Misalkan, 3 hingga 5 kali Salman membaca hingga benar-benar hafal. Kemudian diulang terus-menerus sampai hafal baru pindah ke ayat lain. Salman pun menargetkan diri sendiri harus hafal 3 halaman dalam sehari.

Motivasi Salman dalam menghafal terpacu dari teman-temannya yang sudah mampu menghafal Alquran. Nasihat dan arahan Sang Ustaz pun membuatnya terus bertahan dan berjuang.

“Ditambah dorongan dari orang tua agar saya selalu semangat menimba ilmu di pesantren. Selain nasihat dan motivasi dari orang-orang sekitar, keinginan saya menghafal Alquran juga agar bisa bermanfaat, khususnya bagi pribadi,” ungkapnya.

Walaupun sekolah di pesantren, Salman tetap mengikuti UN. Oleh karena itu, ia belajar semaksimal mungkin dengan mengikuti pelajaran tambahan yang diberikan oleh pesantren. Dengan belajar seminggu sekali, pesantren mendatangkan alumni yang pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Santri yang baru saja lulus tahun 2019 ini, memiliki mimpi melanjutkan pendidikan ke Mesir atau Yaman. Sebelum meraih cita-citanya tersebut, saat ini Salman membagi ilmu dengan mengajar para santri di pesantrennya.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/