Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Siapkan SDM Berdaya Saing

Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Siapkan SDM Berdaya Saing

Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Siapkan SDM Berdaya Saing

Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Siapkan SDM Berdaya Saing
Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Siapkan SDM Berdaya Saing

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan

, perguruan tinggi memiliki peran sangat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing untuk mengelola sumber daya alam (SDA) agar dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat di seluruh Tanah Air.

Dalam hal ini, Nasir mendorong perguruan tinggi untuk mengintegrasikan kedua hal tersebut. Sebab, antara kesiapan SDM dan SDA tidak dapat dipisahkan dan sangat erat keterkaitannya.

Misalnya, terkait peluang ketahanan pangan, kesehatan dan mitigasi kebencanaan di era 4.0. Maka, perguruan tinggi harus berperan menghadirkan teknologi pangan, kesehatan, dan mitigasi yang sesuai dengan kebutuhan era 4.0 ini.

“Bagaimana rakyat Indonesia tetap selamat dari bencana, pangan terpenuhi dengan baik, kesehatan tetap dilayani dengan baik, itulah yang terpenting. Jadi Kemristekdikti sangat support dengan topik yang diangkat ini,” kata Nasir pada Seminar bertajuk ”Tantangan dan Peluang Ketahanan Pangan, Kesehatan dan Mitigasi Kebencanaan di Era 4.0 “ di Gedung HOPE, Universitas Pelita Harapan (UPH), Lippo Karwaci, Tangerang, Rabu (26/6/2019).

“Apalagi Univeritas Pelita Harapan punya program studi yang terkait dengan kesehatan di sini juga ada fakultas kedokteran, di bidang sains dan teknologi juga ada. Jadi ini terus kita dorong kontribusi perguruan tinggi.”

Nasir menuturkan, untuk mengatasi masalah SDA, Kemristekdikti mendorong perguruan tinggi

untuk membangun digital ekonomi. Pasalnya, Indonesia sebagai negara kepulauan sangat membutuhkan teknologi untuk mengintegrasikan sentra-sentra pangan dengan industri, shingga barang yang akan dikirim tidak menimbulkan biaya yang mahal.

Oleh karena itu, pendidikan harus berkontribusi dalam riset untuk menghasilkan inovasi terbaik sehingga kebutuhan seperti bidang pangan, kesehatan, mitigasi dan bidang lainnya dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

Kendati demikian, Nasir mendorong UPH dapat membangun SDM yang berdaya saing dan lulusannya menjadi pionir pembangunan Indonesia. Apalagi UPH adalah salah satu perguruan tinggi yang didirikan oleh pihak swasta dengan regulasi yang sangat baik, ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UPH Jonathan L Parapak mengatakan arahan Nasir dalam bidang riset dan pengembangan sejalan dengan sistem pembelajaran yang diterapkan di UPH. Selain itu, program studi (prodi) di UPH banyak yang sudah berstandar internasional, sehingga lulusan UPH selain mendapat gelar dari Indonesia dapat juga gelar dari setiap perguruan tinggi luar negeri hasil kerja sama.

”Kita bersyukur bahwa Pak Menteri menyambut baik sekali dengan seminar yang bertemakan

“Tantangan dan Peluang Ketahanan Pangan, Kesehatan dan Mitigasi Kebencanaan di Era 4.0” yang diadakan di UPH. UPH bersyukur bahwa dalam seminar ini Bapak Menteri berkenan datang memberikan pengarahan-pengarahan yang sangat penting terkait dengan tema ini,” ujarnya.

Parapak juga menuturkan, hasil dari seminar dengan 80 karya ilmiah dari perguruan tinggi menjadi masukan penting bagi pemerintah, masyarakat, dan peneliti untuk untuk perbaikan ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, dan mitigasi.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/sejarah-arya-damar/