Table of Contents

Morfologi

          tubuh udang vannamei dibentuk oleh dua cabang (biramous) yaitu exopodite dan endopodite. Vannamei memiliki tubuh berbuku-buku dan aktifitas berganti kulit luar atau exoskeleton secara periodik (moulting).

Kepala (Chepalotorax) udang vannamei terdiri dari antenula, antena, mandibula, dan dua pasang maxillae. Kepala udang vannamei juga dilengkapi dengan tiga pasang maxiliped dan lima pasang kaki jalan (periopoda). Maxiliped sudah mengalami modifikasi dan berfungsi sebagai organ untuk makan. Bentuk periopoda beruas – ruas yang berujung di bagian dactylusDactylus ada yang berbentuk capit (kaki 1, 2, dan 3) dan tanpa capit kaki 4 dan 5.

Perut (abdomen) terdiri dari enam ruas. Pada bagian abdomen terdapat lima pasang kaki renang dan sepasang uropoda (mirip ekor) yang berbentuk kipas bersama-sama telson. Udang vannamei mempunyai carapace yang transparan, sehingga warna dari perkembangan ovarinya jelas terlihat.

Habitat

          udang vannamei hidup di habitat laut topis dimana suhu air biasanya lebih dari 20°C sepanjang tahun dan akan menghabiskan siklus hidupnya di muara air payau. Udang vannamei dewasa dan bertelur di laut terbuka, sedangkan pada stadia postlarva udang vannamei akan bermigrasi ke pantai sampai pada stadia juvenil.

2.1.5  Tingkah Laku

          udang vannamei bersifat nokturnal. Selain itu, udang vannamei juga tahan terhadap kisaran salinitas tinggi dan salinitas rendah atau biasa disebut eurihalyn. Udang vannamei akan memangsa sesamanya (kanibalisme) apabila dalam pemberian pakan tidak tepat pada waktunya. Udang vannamei mempunyai sifat pemakan lambat dan akan makan secara terus menerus. Makanan yang akan dimakannya dicari dengan menggunakan organ sensornya.

          Udang vannamei merupakan hewan yang memakan segala jenis makanan (omnivor). Dalam mengidentifikasi makanan, udang vannamei menggunakan sinyal kimiawi dengan bantuan organ sensor atau bulu-bulu di bagian kepala. Udang vannamei akan mengalami proses pergantian kulit (moulting) yang dipengaruhi oleh tingkat jenis dan umur. Pada saat berumur muda, udang vannamei akan melakukan moulting setiap hari, dan apabila umurnya semakin tua siklus akan terjadi semakin lama. Nafsu makan akan turun 1 – 2 hari sebelum moulting terjadi dan aktifitas udang vannamei akan berhenti secara total. Proses moulting umumnya terjadi pada malam hari.

          Udang vannamei melakukan pembuahan dengan cara memasukan sperma lebih awal ke dalam thelycum udang betina selama memijah sampai udang jantan melakukan moulting. pada udang betina, gonad pada awal perkembangannya berwarna keputih-putihan, berubah menjadi coklat keemasan atau hijau kecoklatan pada saat hari pemijahan. Setelah perkawinan, induk betina akan mengeluarkan telur yang disebut dengan pemijahan (spawning). Perkawinan lebih bersifat open thelycum, yaitu setelah gonad mengalami matang telur.

https://haciati.co/