Pembelajaran berbasis aktivitas

Aktivitas dapat didefinisikan sebagai suatu situasi terjadinya sesuatu atau banyak hal dapat dikerjakan. Pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa ini menekankan kepada aktivitas sisiwa secara optimal, artinya pembelajaran menghendaki keseimbangan antara aktivitas fisik, mental, termasuk emosional dan aktivitas intelektual. Seorang siswa yang tampaknya hanya diam saja, tidak berarti memiliki kadar pembelajaran berorientasi aktivitas siswa yang rendah dibandingkan dengan seseorang yang sibuk mencatat. Sebab, mungkin saja yang duduk itu secara mental ia aktif, misalnya menyimak, menganalisis dalam pikirannya. Sebaliknya, siswa yang sibuk mencatat tidak bisa dikatakan memiliki kadar pembelajaran atau aktivitas yang tinggi jika yang bersangkutan hanya sekedar secara fisik aktif mencatat, tidak diikuti oleh aktivitas mental dan emosional.

Contohnya saja dalam pembelajaran matematika yang aktif di ruang kelas, didalam pembelajaran ini banyak aktivitas yang dapat melibatkan siswa untuk melakukan sesuatu secara aktif berkaitan dengan apa yang ingin dicapai dalam pelajaran itu.

Aktivitas yang dilakukan dalam matematika antara lain: berhitung, bermain, menggambar, menjelaskan, mengukur, mendesain, menempatkan obyek dan lain-lain.

Aktivitas-aktivitas yang melibatkan siswa dalam proses belajar tersebut mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut:

  1. Mengubah perilaku siswa dari negatif menjadi positif.
  2. Membantu siswa lebih memahami, pasti suatu saat ketrampilan matematis ilmunya akan berguna bagi masa depannya.
  3. Memberi siswa pengalaman belajar yang menyenangkan.
  4. Memperpanjang waktu tinggal suatu hal di memorinya
  5. Memperbaiki hasil (Ujian Nasional).

sumber :
https://icanhasmotivation.com/cara-beli-mobil-bekas-online/