Penerapan Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Pendekatan CBSA pada dasarnya merupakan gagasan konseptual dan bukan merupakan suatu prosedural-konseptual.
a. Prinsip-prinsip dan Rambu-rambu CBSA
Prinsip-prinsip tersebut, menurut T. Raka Joni (1993) ialah
1. penyediaan pijakan dan tuntutan kognitif oleh guru sehingga siswa terbantu untuk

       membrikan makna terhadap pengalamn belajarnya,
2. kegiatan belajar-mengajar yang beranekan ragam dari guru,
3. pemberian tugas/kesempatan bagi siswa untuk berbuat langsung guna mengkaji,

      berlatih/menghayati isi kurikulum,
4. guru berusaha untuk memenuhi kebutuhan individu siswa
5. guru berupaya melibatkan sebanyak mungkin siswa dalam interaksi belajar-

     mengajar,
6. guru mencek pemahaman siswa,
7. guru mengupayakan variasi kegiatan dan suasana belajar dengan penggunaan

      berbagai

     strategi belajar-mengajar,
8. guru mengembangkan berbagai pola interaksi dalam proses belajar-mengajar, baik

    antara guru dengan siswa maupun antar siswa,
9. pemantauan intensif dan diikuti dengan pemberian balikan yang spesifik dan segera.
.            Yang dimaksud dengan rambu-rambu CBSA adalah gejala-gejala yang tampak pada perilaku siswa dan guru baik dalam program maupun proses pembelajaran.
Rambu-rambu yang dimaksud adalah :
1. Kuantitas dan kualitas pengalaman yang membelajarkan
2. Prakarsa dan keberanian siswa dalam mewujudkan minat, keinginan, dan dorongan-

    dorongan yang ada pada dirinya
3. Keberanian dan keinginan siswa untuk ikut serta dalam proses pembelajaran
4. Usaha dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran
5. Keingintahuan yang ada pada diri siswa
6. Rasa lapang dan bebas yang ada pada diri siswa
7. kuantitas dan kualitas uasaha yang dilakukan guru dalam membina dan membina

     keaktifan siswa
8. Kualitas guru sebagai inovator dan fasilitator
9. Tingkat sikap guru yang tidak mendominasi dalam proses pembelajaran
10. Kuantitas dan kualitas metode dan media yang dimanfaatkan para guru dalam

       proses pembelajaran
11. Keterikatan guru terhadap program pembelajaran
12. Variasi interaksi guru-siswa dalam proses pembelajaran
13. Kegiatan dan kegembiraan siswa dalam belajar

  1. Indikator dan Dimensi CBSA
    Indikator-indikator tersebut ialah :
    1. prakarsa siswa dalam pembelajaran, seperti keberanian mengemukakan pendapat tanpa

          diminta,
2. keterlibatan mental siswa dalam pembelajaran, seperti pengiktan diri pada tugas yang

        dihadapi, penyelesaian tugas secara tuntas melebihi apa yang diharapakan,
3. peranan guru lebih ditekankan sebagai fasilitator, pemantau dan pemberi balikan yang

        lebih bersifat ulur tangan dari pada campur tangan,
4. belajar eksperiensial (pengalaman langsung),
5. kekayaan variasi metode dan media dalam pembelajaran, dan
6. kualitas dan variasi interaksi dalam pembelajaran, baik antara guru-siswa maupun antar siswa.
Sementara T. Raka Joni (1985) mengemukakan dimensi di dalam proses belajar-mengajar    yang menentu

POS-POS TERBARU