Pengertian Belajar Dan Komponennya

Pengertian Belajar Dan Komponennya

Pengertian Belajar Dan Komponennya

Pengertian Belajar Dan Komponennya
Pengertian Belajar Dan Komponennya

Pengertian Belajar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.[1] Artinya setiap orang yang ingin dirinya mampu untuk memahami sesuatu atau ingin mengetahui tentang ilmu-ilmu yang lain, maka hal itu disebut belajar. Belajar tidak hanya sebatas di kelas atau di lembaga pendidikan saja, namun belajar lebih luas lagi baik itu dalam dunia pendidikan maupun hal yang lainnya seperti belajar bela diri, belajar bermasyarakat, belajar bercocok tanam dan sebagainya juga disebut sebagai belajar.

Wina Sanjaya,( 2009: 107)

Belajar adalah proses berpikir. Belajar berpikir yaitu menekankan pada proses mencari dan menemukan pengetahuan melalui interaksi antar individu dengan lingkungannya.

Klien dalam Conny (2008:4)

Belajar menurutnya adalah proses pengalaman yang menghasilkan perubahan perilaku yang relatif permanen dan yang tidak dapat dijelaskan dengan kedewasaan, atau tendensi alamiah. Artinya memang belajar tidak terjadi karena proses kematangan dari dalam saja melainkan juga karena pengalaman yang perolehannya bersifat eksistensial.

Ausubel

Menurut ia yang dikutip oleh Erman Suherman, (2003:32), dalam teorinya ia membedakan antara belajar menemukan dengan belajar menerima. Pada belajar menerima siswa hanya menerima, jadi tinggal menghapalnya tetapi pada belajar menemukan, konsep ditemukan oleh siswa dengan bimbingan guru, jadi tidak menerima pelajaran begitu saja. Pada belajar menghapal, siswa menghapal materi yang diperolehnya tetapi pada belajar bermakna materi yang telah diperoleh dikembangkan dengan keadaan lain sehingga belajarnya lebih bermakna.

Jerome Bruner dalam Erman Suherman (2003: 43)

Mengatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkan pada konsep-konsep dan struktur-struktur yang terbuat dalam pokok bahasan yang diajarkan, di samping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur. Bruner, melalui teorinya itu, mengungkapkan bahwa dalam proses belajar anak sebaiknya diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda (alat peraga). Melalui alat peraga tersebut, anak akan melihat langsung bagaimana keteraturan dan pola struktur yang terdapat dalam benda yang diperhatikannya itu. Keteraturan tersebut kemudian oleh anak dihubungkan dengan keterangan intuitif yang telah melekat pada dirinya.

Gagne dalam Dimyati dan Mudjiono (2009:10)

Belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut dari stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan oleh guru. Sehingga belajar menurut Gagne adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapabilitas baru.

Tiga komponen belajar adalah

a. Kondisi eksternal.
b. Kondisi internal dan
c. Hasil belajar.

Menurut conbach dalam bukunya Educational psycology menyatakan bahwa learning is shown by a change in behavior as a result of experience maksudnya adalah belajar ditunjukkan oleh perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman.

Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kebiasaan yang relatif permanen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungan dan dunia nyata. Melalui proses belajar seseorang akan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang lebih baik.

Baca Juga: