Pengertian Masalah dan Perumusan Masalah

Setiap individu atau kelompok (organisasi) tidak terlepas dari sesuatu masalah dalam kehidupan ini; dan setiap orang atau kelompok akan mencari jalan keluar atau solusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya, baik yang dilakukan sesuai dengan pengalaman maupun penyelesaiannya melalui kajian-kajian ilmiah atau penelitian ilmiah.

Dari pernyataan di atas, timbullah pertanyaan apakah sebenarnya masalah itu ?

Menurut  SetyosariPunaji H. (2010 : 53), “masalah adalah keadaan atau kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Masalah sebagai gap antara kebutuhan yang dinginkan dan kebutuhan yang ada”.[2]

Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa :“masalah adalah sesuatu hal yang harus dipecahkan”. [3]

Menurut (John Dewey, 1993; dan Kerlinger, 1986) dalam Sukardi, bahwa :

–          Permasalahan diartikan sebagai sesuatu yang menghalangi tercapainya tujuan.

–          Permasalahan adalah sesuatu yang dijadikan target yang telah ditetapkan oleh peneliti, tetapi karena sesuatu hal target tidak dapat tercapai.

–          Permasalahan adalah jarak antara sesuatu yang diharapkan dengan sesuatu kenyataan yang ada.[4]

    Menurut  Suharputra  Uhar:

masalah secara sederhana sering diartikan sebagai kesenjangan antara apa yang ada (Das sein) dengan apa yang seharusnya (Das sollen). Masalah sebagai situasi atau keadaan yang saat kita mengalami tidak memiliki cukup informasi untuk menjawab suatu pertanyaan  atau saat kita mengalami bahwa pengetahuan yang kita miliki kacau balau sehingga tidak mampu menjawab persoalan yang sedang kita hadapi.[5]

Dari beberapa definisi di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa masalah adalah sesuatu yang menghalangi tercapainya tujuan yang harus diupayakan untuk menyelesaikannya melalui suatu proses yang dilakukan secara sistematis.

Sebelum melakukan penelitian, peneliti harus memilih dan memilah problematika atau masalah yang ditemuinya, apakah masalah tersebut benar-benar permasalahan yang layak diteliti dan memenuhi kriteria penelitian ilmiah atau tidak.Misalnya memenuhi ciri-ciri dapat diukur dengan instrument penelitian, sering ditemui di lapangan dan mempunyai manfaat yang berguna bagi masyarakat dan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Sudarman Danim, dalam Uhar Suharsaputra (2012 : 190), bahwa :

Titik tekan perumusan masalah adalah pada apa masalah penelitian itu, sedangkan pertanyaan penelitian lebih teknis sifatnya, yaitu mengacu pada tujuan, asumsi, hipotesis, dan bahkan instrument secara sangat spesifik, meskipun dalam praktiknya terkadang tidak dibedakan, karena keduanya mengacu pada tujuan penelitian yang sama. [6]

Menurut Sukardi, sebelum permasalahan dapat dirumuskan dengan baik, permasalahan penelitian dapat dinilai dengan beberapa pertanyaan atau  pernyataan seperti berikut :

  1. Problem penelitian sebaiknya dapat memberikan kontribusi terhadap  teoriyang ada dan bidang ilmu peneliti yaqng berkepentingan.
  2. Setelah dilakukan studi terhadap permasalahan penelitian yang ada, problematikan hendaknya memberikan motivasi timbulnya permasalahan baru untuk dilakukan studi dalam kegiatan penelitian berikutnya.

baca juga :