Pengertian Teori Belajar Humanistik

Menurut Budiningsih (2005) teori humanistik merupakan teori yang lebih mengedepankan proses belajar yang mengedepankan kepentingan untuk memanusiakan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, teori belajar humanistik lebih mengarah kepada bidang kajian filsafat, teori kepribadian, dan psikoterapi, dari pada bidang kajian psikologi belajar. Teori humanistik lebih mengutamakan isi dari pada proses belajar itu sendiri. Teori ini lebih banyak membicarakan tentang konsep-konsep pendidikan untuk membentuk manusia yang dicita-citakan, serta tentang bentuk proses belajar yang paling ideal. Dengan kata lain, teori ini lebih mengedepankan pada pengertian belajar dalam bentuknya yang paling ideal dari pada pemahaman tentang proses belajar.

Dalam pelaksanaannya, teori humanistik ini tampak juga dalam pendekatan belajar yang dikemukakan oleh Ausubel. Pandangannya tentang belajar bermakna atau “Meaningful Learning” yang juga tergolong dalam aliran kognitif, mengatakan bahwa belajar merupakan asimilasi bermakna. Materi yang dipelajari diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Faktor motivasi dan pengalaman emosional sangat penting dalam pembelajaran, sebab tanpa motivasi dan keinginan dari pihak si belajar, maka tidak akan terjadi asimilasi pengetahuan baru ke dalam struktur kognitif yang telah dimilikinya. Teori humanistik berpendapat bahwa teori belajar apapun dapat dimanfaatkan, asal tujuannya untuk memanusiakan manusia yaitu mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang yang belajar, serta optimal.

2.2    Prinsip Teori Belajar Humanistik

Menurut Purwo (1989) berdasarkan pengertian teori belajar humanistik di atas, dapat diketahui adanya beberapa prinsip yang terkandung dalam teori belajar humanistik. Prinsip-prinsip tersebut antara lain:

  1. Manusia mempunyai kemampuan belajar yang alami;

 

  1. Pembelajaran menjadi hal yang signifikan ketika materi atau konten pembelajaran tersebut dianggap memiliki relevansi dengan maksud tertentu oleh individu yang belajar;
  2. Belajar adalah aktivitas yang menyangkut adanya perubahan dalam persepsi seseorang;
  3. Tugas belajar yang mengancam diri lebih mudah dirasakan bila ancaman itu relatif kecil;
  4. Orang yang belajar memiliki cara untuk belajar dengan pembelajaran yang memiliki ancaman rendah;
  5. Belajar yang bermakna dapat diperoleh jika peserta didik melakukannya;
  6. Belajar dapat berlangsung secara lancar apabila peserta didik dilibatkan dalam proses belajar;
  7. Belajar yang melibatkan peserta didik seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam;
  8. Kepercayaan diri pada peserta didik dalam proses belajar dapat ditumbuhkan dengan membiasakan peserta didik tersebut untuk mawas diri;
  9. Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar.

Lebih lanjut Rogers (1987) mengemukakan beberapa prinsip teori humanistik yaitu sebagai berikut:

  1. Hasrat untuk belajar. Hasrat untuk belajar merupakan suatu hal yang bersifat alamiah bagi manusia. Ini disebabkan adanya hasrat ingin tahu manusia yang terus menerus terhadap dunia dengan segala isinya. Hasrat ingin tahu ini menjadi penyebab seseorang seseorang senantiasa berusaha mencari jawabannya dengan mangalami aktivitas-aktivitas belajar secara terus menerus.

sumber