Perencanaan Pembangunan

Perencanaan Pembangunan

Perencanaan Pembangunan

Perencanaan Pembangunan

Perencanaan

Proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.

Tahapan Perencanaan

Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:

  1. Tujuan akhir yang dikehendaki
  2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif)
  3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.
  4. Masalah-masalah yang dihadapi
  5. Modal atau sumberdaya yang akan digunakanserta pengalokasiannya
  6. Kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya
  7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya
  8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaanya.

Syarat Perencanaan

  • 1.       Faktual dan Realistis
  • 2.       Logis dan Rasional
  • 3.       Fleksibel
  • 4.       Komitmen
  • 5.       Komprehensif atau menyeluruh

Fungsi / Manfaat Perencanaan

  • ·         Sebagai Penuntun Arah
  • ·         Minimalisasi ketidakpastian
  • ·         Minimalisasi Inefiensi sumberdaya
  • ·         Penetapan standar dalam pengawasan kualitas

Kegagalan Perencanaan

  • 1.       Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:
  • Informasinya kurang lengkap
  • Metodenya belum dikuasai
  • Perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana
  • Pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbangan-pertimbangan teknis perencanaan diabaikan.
  • 2.       Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya.
  • Kegagalan Terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanannya
  • Aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten
  • Masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya
  • 3.       Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang
  • Misalnya, orientasi semata-mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesnjangan.
  • Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep dibalik perencanaan itu.
  • 4.       Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun.
  • Perencanaan disini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.
  • Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya
  • Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat ( centrally planned system )

Sistem Perencanaan Yang berhasil

Sistem Perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat. Dalam sistenm ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik dibidang sosial maupun ekonomi, dan peku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta.

Perencanaan yang ideal

  • Prinsip Partisipatif

Masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.

  • Prinsip Kesinambungan

Perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap, tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adnya kemajuan terus menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran.

  • Prinsip Holistik

Masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi atau sektor tetapi harus dilihat dari bergai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan.

  • Mengandung sistem yang dapat berkembang ( a learning and adaptive system)
  • Terbuka dan demokratis ( a pluristic social setting )

Pemantauan

Kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang timbul dan akan timbul untuk dapat diambil tindakan sedini mungkin.

Pengendalian

Pengendalian adalah serangkaian kegiatan (tindakan) manajemen yang dimaksudkan untuk menjamin agar suatu program / kegiatan yang dilaksanakn sesuai dengan rencana yang ditetapkan.

Evaluasi

Rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan (input), keluaran (autput), dan hasil (outcome) terhadap rencana standar yang telah ditepakan.

Evaluasi terkait dengan kebijakan publik

Peraturan / perundang-undangan, regulasi dan berbagai aturan main yang bertujuan untuk menangani permasalahan

  • –          Regulatory impact Assessment
  • –          Cost-benefit Analysis
  • –          Multi-criteria Analysis

Sumber : https://materi.co.id/