Pernikahan dua wali

Hal ini dilarang karena salah satu keduanya tidak ada yang lebih utama serta dilarangnya mengumpulkan dua suami (poliandri).

Secara antropoliogis, nasab atau keturunan merupakan awal dari semua akibat terciptanya hukum yang lain, misalnya adanya mahram dalam perkawinan, adanya hak saling mewarisi, dan sebagainya. Dalam konteks perkawinan, perkawinan iti sendiri merupakan bagian penting darei terciptanya hukum kekerabatan.[12]

Kalau terjadi kelahiran seorang anak yang wajahnya atau kulitnya tidak menyerupai salah seorang dari bapak dan ibunya, hendaklah periksa lebih dahulu. Jangan lekas menjatuhkan tuduhan bahwa anak itu dari keturunan orang lain. Dalam hal ini hendaklah berbaik sangka, bahwa anak itu secara genetis bukan hanya dapat  serupa dengan ibu atau bapaknya, tetapi bisa jadi anak itu mirip dengan kakeknya.

Dalam hubungannya dengan keturunan darah, semua anak dibangsakan kepada bapaknya, bukan kepada ibunya.

ادْعُوهُمْ لآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ

Artinya: Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah. (Al-Ahzab : 5)

Anak hasil zina hanya dihubungkan secara genetika kepada ibunya, karena ibunya yang mengandung dan melahirkan, meskipun bapaknya ada, perkawinan yang dilakukannya tanpa akad yang benar atau bertentangan dengan syariat Islam atau dalam bahasa lain karena perzinaan. Oleh karena itu anak baru dianggap sah secara yuridis formal, jika ia dilahirkan dari suami istri yang menikah dengan akad yang benar.

Dalam hadis “ dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Nabi SAW, pernah bersabda “anak hasil zina itu ialah untuk ibunya, dan laki-laki yang berzina itu berhak dilempar.

Macam-macam Nasab

  1. Anak subhat

Apabila bebrapa lelaki bersetubuh dengan seorang perempuan  karena ditipu oleh perempuan itu, anak yang lahir itu dinamakan anak subhat. Siapa yang memiliki nasab dengan anak itu bergantung pada pengakuan para lelalki yang telah menidurinya atau bisa diundi.

Percampuran syubhat ialah manakala seorang laki-laki mencampuri seorang wanita lantaran tidak tau bahwa wanita itu haram dia campuri. Hubungan subha ini ada dua macam

  1. Subhat dalam akad adalahmanakala seorang laki-laki melaksanakan akad nikah dengan wanita seperti halnya dengan akad nikah yang sah lainnya. Tetapi kemudian ternyata bahwa akadnya tersebut fasid karena satu dan lain alasan.
  2. Subhat dalam tindakan perbuatan , yakni manakala seorang laki-laki mencampuri seorazng wanita tanpa adnya akad antara mereka berdua, baik sah maupun fasid, semata-mata karena tidak sadar ketika melakukannya, atau ia meyakini bahwa wanita itu adlah wanita yang haram ia campuri. Termasul dalam kategori ini adlah hubungan seksual yang dilakukan orang gila, orang yang mabuk dan orang yanga mengihgau serta orang yang yakin bahwa orang yang iacampuri itu adalah istrinya, tetapi ternyata kemudian bahwa wanita itu bukan istrinya.[13]

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/sony-music-jepang-kenalkan-teknologi-interaktif-di-afa-jakarta/