Pokok-Pokok Ajaran Syi'ah

Pokok-Pokok Ajaran Syi’ah

Pokok-Pokok Ajaran Syi'ah
a. Hadits tidak hanya dari Nabi Muhammad SAW saja tetapi juga dari ucapan para Imam mereka sampai hari kiamat.
b. Al Qur’an yang beredar sudah dipalsukan dan yang asli dibawa oleh Imam Muntadhar (yang ditunggu munculnya kembali di dunia).
c. Menghalalkan nikah Mut’ah (kawin kontrak / pelacuran mengatasnamakan agama) padahal sudah dilarang Islam. Banyak digandrungi oleh muda mudi atau pejabat yang kurang pengetahuan, padahal sama saja dengan zinah.
d. Syi’ah memandang Imam itu maksum.
e. Syi’ah memandang bahwa menegakkan agama adalah rukun agama.
f. Syi’ah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh ahlul bait.
g. Tidak mengakui Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu ‘anhum.
Gerakan Syi’ah luar biasa aktif di Indonesia (karena banyak penduduk muslimnya namun kurang pengetahuan agamanya). Mereka pandai menempatkan orang-orangnya di posisi penting a.l. : DR. Jalaluddien Rahmat untuk menggarap keluarga mantan wapres Soedarmono serta kelompok elit di Kebayoran Baru dengan nama yayasan Pengajian Sehati. Ir. Haidar Bagir (pemimpin umum Republika untuk menggarap orang-orang dekat Habibie dan kelompok intelektual). Prof. DR. Quraisy Shihab yang menggarap tokoh agama yaitu untuk mementahkan keputusan-keputusan MUI jika ada keputusan MUI yang keras terhadap aliran sempalan. LPPI pernah mengeluarkan brosur kecil yang berjudul : Syi’ah dan Quraisy Shihab.
Gerakan ini mempunyai yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan pesantren antara lain :
a. Yayasan Muthohari Bandung
b. Yayasan Al Muntadhor Jakarta
c. Yayasan Mulla Sadra Bogor
d. Yayasan Pesantren Yapi Bangil (IPANI : Ikatan Pemuda Ahlu Bait)
e. Yayasan Muhibbin Probolinggo
f. Pesantren Al Hadi Pekalongan
g. Yayasan Yapisma Malang
h. Yayasan Madinatul Ilmi Depok
i. Yayasan Darul Habib Jakarta
j. Yayasan Yasin Surabaya
k. Yayasan Babul Ilmi Jakarta (Jatibening)
sumber :