Positive attitudes to authority

Positive attitudes to authority

Positive attitudes to authority
Positive attitudes to authority

Manajer secara khusus diharapkan untuk berperilaku sesuai, dan tidak memancing reaksi negatif dari atasan mereka; idealnya mereka melakukan reaksireaksi yang positif. Manajer harus mewakili grupnya maju di organisasi dan memperoleh dukungan terhadap aksinya pada level yang lebih tinggi. Ini semua membutuhkan sebuah hubungan yang baik antara manajer dan atasan.

Real manager memiliki sikap positif terhadap pemegang wewenang tempatnya bekerja. Mereka suka dan respek terhadap bos, dengan demikian akan lebih mudah untuk bekerja dengan mereka dimana diperlukan usaha-usaha yang kooperatif untuk menyelesaikan beberapa hal.

Desire to compete

Sebagaimana manajer dalam level yang sama diperhatikan, aspek kompetitif yang kuat terbentuk kedalam aspek lingkungan mereka. Ini terjadi karena alam keorganisasian dalam bentuk piramid atau kerucut, dengan posisi yang semakin sedikit untuk berkompetisi ketika manajer menaiki tangga perusahaan. Hasilnya seorang akan menang dan lainnya kalah. Jika manajer tidak bersaing maka mereka akan kehilangan pijakan dan fungsi mereka akan turun atau terdegredasi ke tingkat status yang makin rendah. Dalam hal ini, promosi naik jabatan tidak akan ada bila tidak ada persaingan.

Karakteristik real manager adalah bekerja keras untuk diri mereka sendiri dan unitnya serta menerima tantangan-tantangan yang datang dari orang bawahan untuk mempertemukan tantangan kompetitif ini, manajer harus suka bersaing dan manajer terbaik menikmati rivalitas seperti ini dan termotifasi untuk mencari bilamana mungkin.

Desire for power

Sudah alamnya dalam organisasi yang besar, dimana manajer tidak hanya berelasi dengan orang-orang yang ada diatasnya dan orang-orang di tingkat yang sama, tapi juga ke bawah dengan orang-orang di bawah mereka dalam tangga perusahaan. Dalam hubungan seperti ini, melatih kekuatan sering kali dibutuhkan untuk membuat pekerjaan lebih terstruktur dan membuat orang-orang bekerja seperti yang diharapkan. Terkadang bila terasa perlu, real manager harus memberi tahu orang-orang dibawahnya apa yang harus mereka lakukan.

Desire to stand out from the crowd

Menjadi seorang manajer memerlukan tindakan yang berbeda dari orang lain. Real manager harus bisa berdiri sendiri di luar kelompoknya dan mengambil posisi yang mudah terlihat. Mereka tidak bisa menggunakan tindakan bawahannya sebagai pedoman untuk perilaku/sikap mereka sendiri. Malahan mereka terpanggil untuk berlawanan arah dengan kelompok terdekatnya dan untuk melakukan sesuatu yang pasti mengundang perhatian, diskusi dan mungkin kritik-kritik yang masuk ke mereka.

Menjadi seorang manajer perlu mengambil posisi sangat penting yang menyangkut kepentingan dan emosi orang lain. Ketika prospek ini terlihat tidak atraktif, ketika gagasan untuk keluar dari kelompoknya dan untuk me njadi mudah terlihat menciptakan ketidaknyamanan, akan sangat sulit sekali untuk menjadi manajer yang baik. Jika seorang manajer nyaman menjadi pusat perhatian dan senang untuk berlawanan arah dengan yang lain, akan lebih mudah untuk melaksanakannya. Seperti seseorang yang mempunyai banyak karakteristik seorang aktor yang handal. Pastinya manajer seringkali “naik panggung” dan diharapkan untuk mengikuti cara yang pada dasarnya berbeda dengan orang-orang di sekitar mereka.

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/