Problem Ukuran Moral

Hal-hal yang dijadikan ukuran sumber,standar,atau patokan bagi ukuran moral antara lain adalah hati nirani, adat istiadat,dan agama.
Sumber dan ukuran moral menurut ismail al-faruqi semata-mata di dasarkan pada kehendak tuhan baik yang teraktualisasi melalui wahyu, hukum, moral, maupun pola-pola hukum alam. Namun ketika kehendak tuhan tersebut hendak di aplikasikn dalam pemenuhan tugas etis manusia meka pemahaman terhadap kehendak dan keinginan tuhan tuhan tersebut sangat tergantung pada ketajaman dan kepekaan analisis atau pemahaman manusia. Adapun pemahaman terhadap kehendak ilahi itu bersifat dinamis. Ia juga bersifat terbuka bagi keberagaman kemungkinan bukti-bukti baru. Oleh karena itu gagasan tentang ukuran moral seperti ini akan terhindar dari jerat-jerat relativisme atau irasionalisme radikal.

6. Hakikat Nilai Baik-Buruk

Al-faruqi telah memberikan makna dan hakekat nilai baik-buruk dengan bentuk pemenuhan terhadap kehedak ilahi. Tidak melaksanakan kehendak ilahi berarti tidak baik atau buruk. Pemahaman seperti ini mungkin akan dikatakan sebagai bentuk gagasan yang teosentrik, berpusat pada tuhan. Segala sesuatu dikategorikan baik bila memiliki kesamaan dengan tuhan. Sebaliknya apa pun peristiwa atay kejadian akan dinilai tidak baik bila dalam perealisasiannya tidak sesuai denga kehendak dan pola-pola tuhan . pola pemahaman seperti ini juga sering dijadikan dasar argumentasi bahwa prinsip tauhid hanya akam menciptakan suatu tatanan sistem nilai yang bersifat otoriter atau teokratif. Orang yang memegang kekuasaan akan dengan mudah memaksakan kehendaknya yang diberikan tuhan kepadanya. Demikian pula seseorang yang memiliki otoritas keilmuan akan dengan mudah memaksakan pemahamannya kepada orang lain tanpa memperharikan hak-hak kemanusiaan mereka.

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Makalah tentang Pemikiran Kalam Ulama Masa Kini ‘Ismail Al-Faruqi’ini dapat ditarik beberapa butir kesimpulan, antara lain:
1. Rumusan masalah 1. Ismail raji al-faruqi lahir di jaffa palestina pada 1 januari 1921. Paa tahun 1926-1936 bersekolah di colleges dan frères yang terletak di libanon. Kemudian pada tahun 1941 lulus dari American university of Beirut.
2. Rumusan masalah 2. Faruqi mewariskan tidak kurang dari 100 artikel dan 25 judul buku, yang mencakup berbagai persoalan; etika, seni, sosiologi, kebudayaan, metafisika, dan politik.
3. Rumusan masalah 3. Menurut Al-Faruqi pengetahuan modern menyebabkan adanya pertentangan wahyu dan akal dalam diri umat Islam, memisahkan pemikiran dari aksi serta adanya dualisme kultural dan religius. Karena diperlukan upaya Islamisasi ilmu pengetahuan dan upaya itu harus beranjak dari Tauhid.


Sumber: https://robinschone.com/