Prosedur Pengorganisasian Kurikulum

Dalam Organisasi Kurikulum ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu:

  1. Ruang lingkup bahan (Scope) adalah keseluruhan materi pembelajaran dan pengalaman yang akan diberikan dari suatu bidang studi mata pelajaran atau dari suatu pokok bahasan tertentu.
  2. Urutan bahan (Sequence) adalah penyusunan bahan pelajaran menurut aturan tertentu secara berurutan.
  3. Penempatan bahan (Grade Placemrent) adalah penempatan satu atau beberapa bahan pelajaran untuk kelas tertentu.

Menurut Hamalik dalam pengorganisasian kurikulum terdapat beberapa prosedur yang meliputi:

  1. Prosedur Buku Pelajaran

Pemilihan isi kurikulum didasarkan atas materi yang terkandung di dalam buku pelajaran atau sejumlah buku pelajaran yang telah dipilih oleh sebuah panitia tertentu.

  1. Prosedur Survei Pendapat

Pemilihan dan pengorganisasian isi kurikulum dilakukan dengan jalan mengadakan survei atau penelitian terhadap pendapat berbagai pihak.

  1. Prosedur Studi Kesalahan

Prosedur ini dilakukan dengan jalan mengadakan analisis terhadap kesalahan, kekeliruan, kelemahan atau kebaikan atas hasil-hasil atau pengalaman.

  1. Prosedur Mempelajari Kurikulum Lainnya

Prosedur ini dapat disamakan dengan mempelajari metode sekolah lain, guru atau sekolah dapat menetapkan dan menentukan isi kurikulum untuk sekolahnya sesuai dengan tujuan.

  1. Analisis Kegiatan Orang Dewasa

Melalui prosedur ini terlebih dahulu diadakan studi terhadap kegiatan-kegiatan dalam kehidupan untuk menemukan sejumlah kegiatan yang diperkirakan berguna untuk dipelajari oleh para siswa di sekolah. Kegiatan yang dianalisis adalah yang berkenaan dengan pekerjaan atau jabatan

  1. Prosedur Fungsi Sosial

Prosedur ini berkaitan dengan prosedur analisis kegiatan masyarakat. Masyarakat melakukan banyak fungsi sosial dalam kehidupannya yang beraneka ragam.

  1. Prosedur Minat Kebutuhan

Dalam prosedur ini, minat dan kebutuhan juga melibatkan persistent problem tetapi scope dan squencenya didasarkan atas siswa dan berkenaan dengan fungsi-fungsi personal dan sosial.[2]

baca juga :