Sistem intrusif (intrusive system)

Sistem intrusif (intrusive system)

Sistem intrusif (intrusive system)

Sistem intrusif (intrusive system) merupakan

pola keterlibatan atau intervensi negara luar kawasan/ sub-kawasan yang dapat berpartisipasi dalam interaksi kawasan. Sistem intrusif ini dikemukakan oleh Cantori dan Spiegel yang merupakan salah satu dari tiga sektor mengenai konsep kawasan yang memuat kedudukan serta peranan masing-masing negara dalam percaturan politik serta perkembangan ekonomi dan sosial.

Menurut Cantori dan Spiegel, yang diperbaharui oleh T. May Rudi bahwa kriteria atau indikator untuk penggolongan sektor inti (Core Sector), sektor sekitar inti (Peripheral Sector) dan sektor intervensi eksternal kawasan (Intrusive System) di suatu kawasan adalah:

  1. Suatu kawasan atau subkawasan terdiri dari negara-negara yang letak geografisnya berdekatan, baik seluruhnya maupun sebagian dari wilayah negara tersebut.
  2. Pertimbangan kedekatan geografis perlu ditunjang dengan adanya kesamaan kepentingan atau kedekatan dari segi sosial, politik, ekonomi dan organisasional.

3.Terdapat interaksi yang erat atau ciri-ciri spesifik di antara komunitas pada negara-negara di dalam suatu kawasan serta subkawasan, baik dari segi sosial, budaya, ekonomi, politk, maupun dari segi geografi (iklim atau topografi wilayah).

  1. Luas sempitnya wilayah dan banyak sedikitnya jumlah negara tidak menentukan. Bisa saja satu kawasan atau subkawasan hanya terdiri dari satu atau dua negara saja.
  2. Keeratan hubungan politik baik yang berlawanan(antagonist) maupun yang selaras (cooperative) serta latar belakang historis atau sejarah ikut menentukan pengidentifikasian kawasan dan subkawasan.
  3. Adakalanya suatu kawasan atau sub-kawasan terbentuk oleh faktor munculnya kesamaan kepentingan atau pengejawantahan identifikasi baru sehubungan dengan sikap dan tindakan negara di luar kawasan atau subkawasan tertentu itu.

Tolok ukur penggolongan negara-negara sektor inti, sektor sekitar inti dan sistem intrusif ialah tingkat pengejawantahan jati-diri suatu negara dalam kawasan atau subkawasan tertentu, peranan regional yang dijalankannya, dan komitmen negara itu terhadap kawasan atau terhadap organisasi kerjasama regional di kawasan tersebut. Sistem intrusif berlangsung dengan adanya pengaruh negara-negara adidaya yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet. Setelah tahun 1991, Uni Soviet bercerai-berai menjadi 15 republik yang terpisah. AS hingga kini menjadi satu-satunya negara superpower di dunia.

Untuk melakukan sistem intrusif di kawasan lain, suatu negara perlu tergolong dalam salah satu dari tiga kategori berikut: 1) Adidaya/ Adikuasa (Superpower, Dominant powers), 2) Kekuatan Besar (Major Powers), 3) Kekuatan Menengah (Middle Powers), dan 4) Kekuatan Regional (Regional Powers)

Berlangsungnya sistem intrusif tidak selalu berakibat negatif atau menyebabkan instabilitas di kawasan tertentu. Dampak serta hasil sistem intrusif ini bisa saja positif dan bisa pula negatif.


Sumber: https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/seva-mobil-bekas/