Sistematika Pembahasan


Sistematika dalam pembahasan skripsi ini dibagi dalam lima bab dan setiap bab terdiri dari sub bab
Bab pertama, pendahuluan memuat uraian tentang: latar belakang masalah, identifikasi dan batasan masalah, rumusan masalah, kajian pustaka, tujuan penelitian, kegunaan hasil penelitian, definisi operasional, metode penelitian dan sistematika pembahasan.

Bab kedua, menjelaskan kajian tentang sewa dalam perspektif Hukum Islam, yang meliputi pengertian sewa, dasar hukum sewa, rukun-rukun sewa, syarat-syarat sewa, berahirnya sewa, kemudian dilanjutkan dengan gambaran tentang konsep maslahat dalam Hukum Islam. Konsep ini yang nantinya akan digunakan untuk menganalisa status dari program PTC ditinjau dari segi maslahat.
Bab ketiga, menggambarkan tentang sistem PTC yang meliputi pengertian PTC, cara memilih PTC, cara mengikuti program PTC, cara kerja PTC, proses pembayaran, cara sukses dengan program PTC, resiko pada PTC Vistaclix, cara menyewa referal, penghasilan yang diperoleh dari referal, batasan sewa referal.
Bab keempat, merupakan analisa terhadap sewa referal pada sistem PTC dan analisa faktor resiko dalam program ini berdasarkan konsep maslahat berdasarkan teori-teori yang telah dijelaskan pada bab dua, guna memperoleh kepastian hukum dalam perspektif Hukum Islam berdasarkan aturan-aturan fiqih yang berlaku tentang program PTC tersebut.
Bab kelima, merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dari pembahasan di atas serta diakhiri dengan saran-saran.

BAB II
SEWA DAN KONSEP MASLAHAT DALAM HUKUM ISLAM

Sewa
Pengertian Sewa
Sewa menurut etimologi, ijarah adalah  بيع المنفعة(menjual manfaat). Demikian pula artinya menurut istilah dalam hukum Islam. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dikemukakan beberapa definisi ijarah menurut pendapat beberapa ulama fiqih:
Ulama Hanafiyah
عقد على الم فع بعوض
Artinya:
“akad atas suatu kemanfaatan dengan pengganti.”

 

Ulama Asy-Syafi’iyah

 

عقد على منفعة مقصودة معلومة مباحة قابلة للبدل والاٍبا حة بعوض معلوم
Artinya:
“akad atas suatu kemanfaatan yang mengandung maksud tertentu dan mubah, serta menerima pengganti atau  kebolehan dengan pengganti tertentu.”
Ulama Malikiyah dan Hanabilah
تمليك منافع شى مبا حة مدة معلومة بعود
Artinya:
“menjadikan milik suatu kemanfaatan yang mubah dalam waktu tertentu dengan pengganti”_

Sewa menyewa artinya melakukan akad mengambil manfaat sesuatu yang diterima dari orang lain dengan jalan membayar sesuai dengan perjanjian yang telah ditentukan dengan syarat-syarat sebagai berikut:_
Barang yang diambil  manfaatnya, harus masih tetap wujudnya sampai waktu yang telah ditentukan menurut perjanjian,
Waktunya harus dapat diketahui dengan jelas, misalnya sehari, seminggu atau sebulan dan seterusnya,
Pekerjaan dan manfaat sewa-menyewa itu harus diketahui jenis, jumlah dan sifatnya serta sanggup menyerahkan. dan manfaat yang yang boleh disewakan adalah manfaat yang berharga,
Syarat ijab qabul serupa dengan syarat ijab qabul pada jual beli dengan tambahan menyebutkan masa waktu yang telah ditentukan.
Ijarah sebagai jual-beli jasa (upah-mengupah), yakni mengambil manfaat tenaga manusia, ada pula yang menerjemahkan sewa-menyewa, yakni mengambil manfaat dari barang.
Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sewa adalah suatu jenis akad untuk mengambil manfaat dengan jalan penggantian._
Dasar Hukum Sewa
Sewa-menyewa disyariatkan dalam Islam berdasarkan dalil-dalil yang berdasarkan dari Al-Qur’an dan Al-Hadits serta ijma’ (kesepakatan para ulama).
Al-Qur’an

sumber :

Frozen Free Fall: Icy Shot 2.5.5 Apk + Mod