SMAN 7 Gelar Kejuaraan Bulutangkis

SMAN 7 Gelar Kejuaraan Bulutangkis

SMAN 7 Gelar Kejuaraan Bulutangkis
SMAN 7 Gelar Kejuaraan Bulutangkis

SMAN Ne­geri 7 Kota Bogor kembali menghe­lat Kejuaraan Bulutangkis Pelajar Seven Open Badminton

Kujang Sakti tahun ini. Kegiatan yang di­buka sejak Sabtu (15/9) hingga Sa­btu (22/9) itu berlangsung di GOR SMAN 7. Kejuaraan bulutangkis yang sudah memasuki tahun ke-16 ini masuk dalam rangkaian HUT SMA Negeri 7.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, menga­presiasi SMA Negeri 7. ”Kami ber­syukur kegiatan ini bisa terus dip­ertahankan sampai saat ini dan mampu menyedot ribuan atlet badminton dari berbagai daerah,” katanya.

Menurut Ade, ajang kejuaraan ini tak sekadar menyambung silatu­rahmi, tapi juga sebagai wadah sa­ling

berkompetisi dengan sportif. Sehingga mampu melahirkan atlet-atlet bulutangkis terbaik yang nanti­nya bisa membanggakan Kota Bogor dan Indonesia.

Seperti atlet Kota Bogor yang be­berapa waktu lalu telah terbukti menorehkan prestasi di ajang Asian Games dengan mendapatkan med­ali emas. ”Semoga lahir atlet bulu­tangkis Kota Bogor yang bisa ber­prestasi dari tingkat kota, provinsi, nasional bahkan internasional,” harapnya.

Ketua Panitia, Aris Kusuma, men­gatakan, kejuaraan bulutangkis ini berawal dari ditunjukkan SMAN 7

untuk menjadi basis bulutangkis Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Kota Bogor. Setelah itu, kejuaraan ini terus digelar kemudian masuk agenda rutin OSIS SMA Negeri 7. Meski begitu, kejuaraan ini sudah diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor.

”Di kejuaraan bulutangkis ini, se­banyak 1.120 peserta dari seluruh Indonesia memperebutkan Piala Wali Kota Bogor, Piala Kujang Sak­ti, Piala Bapopsi dan Piala Kepala Sekolah. Tentunya akan ada juga uang pembinaan dan Japres,” jelas­nya.

Kejuaraan bulutangkis pelajar ini, sambung dia, telah banyak melahi­rkan atlet-atlet nasional berpresta­si. Mencetak atlet berprestasi memang menjadi tujuan utama kejuaraan ini, mengingat bulutangkis meru­pakan olahraga kebanggaan Indo­nesia dan bulutangkis Indonesia masih belum terkalahkan. ”Kalau generasi mudanya sibuk berpresta­si, maka hal-hal negatif seperti tawuran tak akan ada lagi,” katanya.

 

Sumber :

https://voi.co.id/