SMKN 1 Cibinong Sediakan 20 Kelas

SMKN 1 Cibinong Sediakan 20 Kelas

SMKN 1 Cibinong Sediakan 20 Kelas

SMKN 1 Cibinong Sediakan 20 Kelas
SMKN 1 Cibinong Sediakan 20 Kelas

Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 untuk jenjang SMA dibagi menjadi dua jenis tes

. Yaitu tes eksperimen dan tes teori. Tes eksperimen berlangsung lebih dahulu daripada tes teori. Pada OSN SMA bidang lomba Fisika, para peserta menjalani tes eksperimen selama lima jam mengenai mekanika osilasi pegas.

Osilasi adalah variasi periodik terhadap waktu dari suatu hasil pengukuran, contohnya pada ayunan bandul. Itulah yang dilakukan para peserta OSN bidang Fisika di jenjang SMA. Mereka harus mendapatkan parameter fisis, misalnya tingkat kekentalan (viskositas) air, dalam osilasi pegas teredam yang menggunakan ayunan bandul.

Ketua Dewan Juri OSN 2018 untuk bidang Fisika jenjang SMA, Syamsu Rosid

, mengatakan bahwa eksperimen osilasi pegas yang diuji dalam OSN 2018 ini bukan jenis osilasi yang sederhana, melainkan pegas yang berosilasi teredam, dengan air sebagai peredamnya.

“Kalau dalam fenomena sehari-hari, pegas teredam itu bisa ada di mobil. Ketika mobil kena gajlukan, itu juga pegasnya teredam. Cuma mempelajari di mobil terlalu sulit untuk OSN. Ini sebagai sampel, peredamnya adalah cairan , yaitu air. Bisa saja besok cairannya adalah minyak atau oli, yang masing-masing punya koefisien peredaman. Artinya, kemampuan meredamnya berbeda-beda antara satu cairan dengan cairan lainnya. Kali ini kami hanya ambil air yang paling simpel, murah, dan mudah,” jelas Syamsu Rosyid, belum lama ini.

Dosen bergelar doktor yang mengajar Fisika di Universitas Indonesia itu menuturkan,

hal yang paling penting dalam sebuah eksperimen fisika adalah pemahaman konsep. Menurutnya, konsep fisika untuk eksperimen tidak terlalu sulit. “Yang dibutuhkan adalah bagaimana dia memahami secara komprehensif konsep fisikanya. Kemudian yang penting adalah keterampilan atau skill mengambil data. Karena tidak setiap anak, apalagi yang di sekolahnya jarang praktikum, memiliki keterampilan dalam mengambil data,” katanya.

Ia menambahkan, selain keterampilan mengambil data, peserta juga harus memiliki keterampilan mengolah data, hingga mendapatkan parameter fisis yang diminta, misalnya berapa tingkat kekentalan (viskositas) air. “Kekentalan itu akan bekerja dalam proses meredamnya secepat apa. Itu bisa diukur melalui eksperimen ini,” ujar Rosid.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/oOK0/history-of-eid-al-fitr