Brand Engagement

Strategi Branding Keju Prochiz untuk Menumbuhkan Brand Engagement

 Brand Engagement
Brand Engagement

Sekarang ini, banyak berbagai produk keju yang beredar dipasaran. Seperti misalnya Kraft, Prochiz, Anchor, Perfetto, Kareem Cheese, dll. Akan tetapi dalam persaingannya di Indonesia, keju Kraft merupakan brand keju yang paling banyak dijumpai. Selain telah menjadi salah satu produk terkemuka di Indonesia dan familiar dikalangan masyarakat, Kraft juga dikenal sebagai keju dengan rasa yang enak dengan harga terjangkau. Alasan inilah yang selama ini membuat banyak pengusaha makanan, baik yang kecil ataupun besar, yang memakai Kraft sebagai bahan utama keju mereka.

Produk yang sudah sangat familiar di kalangan masyarakat ini seringkali menghalangi produk lain untuk dikenal oleh kalangan masyarakat lain. Bahkan untuk produk keju dengan brand lain yang harganya murah pun harus rela tergeser di pasaran. Salah satu yang mnegalami hal tersebut adalah keju Prochiz. Prochiz merupakan salah satu produk hasil PT.Mulia Boga Raya, yang merupakan sebuah perusahaan yang memiliki komitmen tinggi dalam memasarkan produk-produk bernutrisi dengan kualitas terbaik untuk masyarakat Indonesia. Kini PT.Mulia Boga Raya telah menghasilkan beragam varian produk keju yang disukai segenap kalangan dan lapisan. Dan keju merk Prochiz merupakan salah satu portfolio produk berkualitas tinggi.

Lalu bagaimanakah jika Prochiz yang notabene juga salah satu jenis produk keju mengunakan strategi branding dengan cara pendekatan terhadap para pemilik UKM? Seperti misalnya pemilik UKM di bidang makanan yang menggunakan keju sebagai salah satu pilihan rasa produk mereka, misalnya roti bakar, kue kering, keripik pisang, tahu bulat, dll. Stetegi ini dilakukan dengan melalui pengenalan perlahan terhadap para pelanggan mereka, bahwa keju Prozhiz-lah yang mereka gunakan sebagai bahan utama keju mereka, dan bukan brand lain, dengan jaminan rasa yang tidak jauh berbeda dengan hasil olahan menggunakan brand keju yang lain. Jika hal ini berhasil dilakukan, dengan menjamin kualitas rasa yang sama, maka dapat dipastikan pemilik UKM dapat mengeluarkan biaya yang lebih murah untuk usaha mereka, dan dapat meningkatkan brand engagement Prochiz dikalangan masyarakat.

Oleh karena itulah, dalam tulisan ini, penulis ingin meyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan tertentu dalam menggunakan startegi branding untuk menumbuhkan brand engagement dengan UKM (Usaha Kecil dan Menengah).

Sumber : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JPAUD/comment/view/516/1602/66105